Banana Chocolate Bread

Hampir lupa nulis resep yang satu ini. Masaknya sudah lama, fotonya juga sudah dishare di flickr sudah lama, tapi baru menyadari ternyata belum ditulis di blog ini. Kemarin waktu pengen bikin roti coklat pisang ini nyari-nyari di blog pantes aja ga nemu. Resep aslinya dari sini. Dimodifikasi sesuai ketersediaan bahan di dapur pemalas.

Berikut ini bahan-bahan yang dibutuhkan dan takaran yang dipakai:

Bahan-bahan

    • 1/2 cup gula pasir
    • 1/4 cup brown sugar
    • 2 butir telur
    • 1/3 cup minyak goreng
    • 1 1/4 cup pisang yang sudah mateng dihancurkan (sekitar 3 pisang)
    • 1/2 sdt vanilla extract
    • 1 1/2 cup tepung serba guna
    • 1/2 cup tepung coklat Van Houten
    • 1/2 sdt baking soda
    • 1/2 tsp garam
    • 1/2 cup mini chocolate chips

Cara membuatnya hampir sama dengan cara membuat banana bread yang biasa. Intinya sih masukin aja semuanya satu persatu sambil aduk-aduk rata (saya seperti biasa ga pake mixer), udah deh panggang di oven. Tapi untuk lebih jelasnya bisa diliat foto langkah-langkahnya

Langkah 1: Telur + Gula pasir + brown sugar + minyak dicampur lalu aduk rataLangkah 1

Langkah 2: masukkan pisang yang sudah dilumatkan ke dalam adonanLangkah 2

Langkah 3: Campurkan chip chocolate, aduk rataLangkah 3

Langkah 4: Masukkan baking soda + garam + vanilla essence, aduk rataLangkah 4

Langkah 5: Masukkan tepung coklat, aduk rataLangkah 5

Langkah 6: Masukkan tepung serba guna, aduk rataLangkah 6

Langkah 7: Aduk sampai kira-kira seperti ini. Mengaduknya tidak perlu lama kok, yang penting semua bahan tercampur rataLangkah 7

Langkah 8: Siapkan loyang (saya biasanya alasin loyang pake baking sheet supaya nyucinya ga repot, bisa juga dioles dengan mentega yang banyak loyangnyaLangkah 8

Langkah 9: Tuang adonan ke dalam loyangLangkah 9

Langkah 10: Panggang di oven yang sudah dipanaskan sebelumnya 175 derajat celcius selama 50 – 60 menitLangkah 10

Langkah 11: Setelah matang, biarkan sebentar selama 5 menit setelah dikeluarkan dari oven

Langkah 11

Langkah 11: keluarkan dari loyang dan biarkan dingin di wirerack. Sebentar lagi siap dipotong-potong untuk dihidangkan untuk cemilan sore ataupun pagi hariLangkah 12

Rasanya yang ini seperti kue doble coklat karena ada tepung coklatnya dan ada juga chocolate chipsnya. Kalau iseng bisa ditambahkan kismis dan keju biar lebih nikmat. Kue begini so far masak ga pernah gagal dan rasanya selalu yummy. Kurangi gulanya bisa dibagi dikit deh buat toddler Open-mouthed smile

Duh jadi pingin bikin lagi. Besok nyari pisang ah. Yuk ah, selamat mencoba!

Spaghetti Sausages

Bosan dengan mie rebus instant, jadi pengen nyobain variasi spaghetti pake sosis dari website 9GAG. Sebenernya Joe sih yang iseng pengen nyobain, ya sudah kami bekerjasama mewujudkannya untuk snack malam hehe. Bahan yang digunakan tentu saja bahan yang tidak perlu waktu lama untuk memasaknya.

Bahan-bahan:

  • Spaghetti kecil yang bisa mateng dalam 3 menit
  • Sosis
  • Saus prego
  • Keju mozarella
  • air untuk merebus

Langkahnya bisa dilihat gambar:

1. Potong-potong sosis lalu tusukkan spaghetti menembus sosis. Spaghettinya kami potong 2 dulu lalu kami tusukkan ke sosis yang berukuran kira-kira 3 cmtusuk spaghetti ke sosis

2. Rebus sosis dan spaghetti dalam air mendidih sampai spaghetti lunak (kira-kira 3 menit)

rebus sampai spaghetti lembut

3. Tiriskan air rebusan dari spaghetti sosis

tiriskan air rebusan

4. Sambil menunggu air tiris, campurkan saus prego dengan keju mozarella dan tambahkan air sedikit. Aduk-aduk sampai mendidih (kira-kira 2 menit)

panaskan saos prego di campur keju

5. Spaghetti sosis dengan saos prego plus keju siap untuk disantap

siap di santap

Gampang banget kan!

Belakangan karena kami merasa menusuk-nusuknya butuh waktu, sebagian spaghetti ga kami tusukkan langsung aja direbus dan dihidangkan dengan sebagian yg ditusukin begini heehhehe.

Selamat mencoba Smile

Coffee Bars

Langkah 1Langkah 2Langkah 3Langkah 4Langkah 5Cek Jonathan dulu
Lagi seriusLangkah 6Masukkan ke ovenIMG_0781Menunggu kue matengMikir
Gaya seriusSiap saji

Coffee Bars, a set on Flickr.

Resep aslinya nyontek dari blog temen http://mikeloveslia.blogspot.com/2012/02/coffee-bars.html tapi karena ngerasa bakal kebanyakan kalau ngikutin resepnya jadilah mencoba bikin setengah resep saja. Dan seperti biasa karena ga ada ini dan itu ya udah dibuat seadanya aja, apalagi membuatnya sambil ngasuh anak. Untungnya anaknya lagi mau ditinggal main sendiri. Hasilnya rasanya passs, ga terlalu manis dan ga takut makan banyak 🙂

Kuncinya pilih kopi instan yang disukai dan tentu saja takaran gula disesuaikan dengan selera, kalau suka manis mungkin saja modifikasi saya ini kurang pas. Berikut ini bahan-bahannya masukkan satu persatu secara berurutan:

  • 1 telur
  • 1/2 cup sunflower oil (atau minyak goreng biasa juga bisa)
  • 1/2 cup kopi hangat (dari 1 sachet kopi cappucino instan)
  • 1/2 tsp baking soda
  • 1/2 tsp garam
  • 1/2 tsp vanilla essence
  • 1 cup brown sugar
  • 1 1/2 cup tepung terigu serbaguna
  • opsional : keju sesuai selera

Cara pembuatan gampang, masukkan satu persatu bahan, aduk-aduk, tuang ke loyang 8 x 8 inch dan panggang di oven 175 derajat celcius selama 20 – 25 menit. Ga butuh mixer dan ga pakai lama. Kalau ada yang kurang jelas, silakan liat fotonya langsung di flickr atau tinggalkan komen ya.

Selamat menikmati setengah cangkir kopi dalam seloyang kue 🙂

Pumpkin Bread

Langkah 9

Ini merupakan variasi dari roti yang menyerupai kue yang gampang dibuat, tanpa mixer dan ga butuh waktu lama mempersiapkannya (puree labunya dipersiapkan di hari sebelumnya). Dibandingkan banana bread dan carrot bread memang membuat pumpkin bread ini agak lebih repot karena harus membuat puree labunya terlebih dahulu. Akan tetapi hasilnya pumpkin bread ini yang paling moist dibanding 2 roti sebelumnya dan Jonathan pun bisa habis banyak. Resep aslinya dari situs ini, tetapi cara pembuatannya saya ubah sedikit.Bahan-bahan

Bahan-bahan:

  • 1 cup puree labu kuning
  • 1 1/2 cup tepung terigu serba guna
  • 2 butir telur ayam
  • 3/4 cup gula (bisa dikurangi sesuai selera)
  • 1/2 cup minyak zaitun (extra light olive oil)
  • 1/4 cup air
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh baking soda
  • 1/2 sendok teh bubuk pala
  • 1/2 sendok teh bubuk kayu manis
  • 1/2 sendok teh bubuk bumbu allspices
  • 1/2 cup kismis (opsional)

Continue reading

Brokoli sosis baso panggang

Bahan-bahanCampurkan butter, bologna dan baksoMasukkan susuMakaroni yang sudah direbusMasak sampai mendidih dengan api kecil, lalu campurkan telurTambahkan sayuran yang sudah dipotong
Masukkan ke dalam pinggang tahan panasTaburkan keju parut

Brokoli sosis baso panggang, a set on Flickr.

Ini merupakan varian versi lebih cepat lagi membikinnya dari bayam panggang. Untuk memudahkan saya masukkan hampir keseluruhan bahan di awal memasak. Proses memasak menggunakan api kecil dan tidak lebih dari 15 menit (termasuk persiapan mengiris bahan-bahan).

Untuk melihat fotonya lebih jelas bisa langsung ke set flickrnya ya. Berikut ini penjelasan bahan dan cara pembuatan

Continue reading

Banana Bread

Banana Bread

Wow, sudah lama tidak update blog ini. Bukan berarti saya tidak masak sama sekali loh, cuma belakangan ini masakan saya agak kurang variasi karena lebih banyak masak buat baby Jonathan. Banana Bread ini juga salah satu masakan buat baby Jonathan yang sejak berumur setahun sudah saya kenalkan dengan cemilan manis tapi sehat. Mudah-mudahan lain kali bisa posting resep-resep sederhana untuk baby ya.

Seperti koleksi resep pemalas lainnya, banana bread ini super gampang. Resep aslinya nyontek dari blog ini. Setelah beberapa kali masak saya modifikasi untuk mengurangi manisnya karena pisangnya sudah cukup manis. Oh iya banana bread ini hasilnya tidak seperti roti biasa tapi lebih kayak cake. Bedanya kalau menyiapkan cake itu terkadang butuh mixer dan telur yang banyak, sedangkan resep ini tidak membutuhkan mixer dan hanya menggunakan 1 butir telur. Takaran gula bisa dikurangi sesuai selera untuk tingkat manisnya.

Langsung saja yuk liat cara membuatnya:

Bahan-bahannya bisa diliat pada foto ini:

Bahan-bahan

    • Pisang ukuran sedang 3 buah
    • Minyak jagung 1/3 cup (bisa diganti dengan butter atau olive oil)
    • Brown sugar 1/2 cup (bisa diganti gula putih biasa)
    • Telur 1 butir
    • Vanilla 1 sendok teh
    • Bubuk kayu manis 1 sendok teh
    • Bubuk Pala 1/2 sendok teh (opsional)
    • Soda kue 1 sendok teh
    • Tepung terigu 1 1/2 cup
    • Garam sedikit (kelupaan difoto)

Untuk bahan-bahan ada yang bisa diganti-ganti menyesuaikan apa yang dipunya dirumah. Saya sendiri beberapa kali masak menggunakan olive oil ataupun butter dan hasilnya sama saja nikmatnya. Untuk bubuk pala saya baru tambahkan akhir-akhir ini, sebelumnya ga ditambahin soalnya belum punya ehehhee. Kadang-kadang jika ada keju ataupun raisins dirumah saya tambahkan saja ke adonannya dan hasilnya tambah yummy deh.

Langkah 1
Langkah 1: Hancurkan pisang, saya biasanya potong-potong dengan pisau lalu di benyek dengan garpu. Tambahkan minyak ke dalam pisang yang sudah hancur
Langkah 2
Langkah 2: Di tempat terpisah kocok telur seperti hendak mendadar telur
Langkah 3
Langkah 3: Masukkan brown sugar ke adonan pisang dan aduk rata. Setelah rata masukkan telur dari langkah 2 dan aduk rata
Langkah 4
Langkah 4: taburkan baking soda, garam, vanilla, bubuk kayu manis dan bubuk pala ke dalam adonan lalu aduk rata
Langkah 5
Langkah 5: masukkan tepung sedikit demi sedikit sambil diaduk rata
Langkah 6
Langkah 6: begini kira-kira adonannya setelah rata, agak lengket pastinya dan kental. Tambahkan keju dan raisins jika diinginkan
Langkah 7
Langkah 7: siapkan loyang roti persegi panjang. Alasi dengan kertas roti supaya tidak lengket
Langkah 8
Langkah 8: masukkan adonan ke dalam loyang dan ratakan
Langkah 9
Langkah 9: panggang adonan dalam oven yang telah dipanaskan sebelumnya dengan suhu 175 derajat celcius selama 45 – 60 menit. Bisa di cek dengan menusukkan tusukan gigi dan ketika dicabut tusukan gigi bersih.
Langkah 10
Langkah 10: Keluarkan dari oven dan diamkan selama 5 menit sebelum dikeluarkan dari loyangnya
Langkah 11
Langkah 11: Keluarkan dari loyang dan tunggu dingin sebelum dipotong dan sajikan
Langkah 12
Langkah 12: Iris sesuai selera dan sajikan dengan minuman hangat. Selamat menikmati 🙂

Resep banana bread ini menurut saya cukup sehat dan aman buat toddler karena tidak terlalu manis. Sudah beberapa bulan terakhir resep ini menjadi resep favorit saya dan keluarga. Selamat Tahun Baru 2012 dan selamat mencoba resep sederhana ini.

Double Chocolate Cookies

Wiken kemarin dapur pemalas kedatangan penghuni baru. Setelah sekian lama ditunda dan maju mundur antara pingin belajar baking dan ga punya waktu dengan hobi yg udah banyak, akhirnya beli juga deh daripada penasaran. Percobaan pertama: bikin roti pake adonan donat gagal total :(, masih ada 2/3 adonan di kulkas ntar mau di coba lagi dengan tips2 dari mpok Vera.

Pengalaman kegagalan pertama ga bikin patah semangat. Percobaan berikutnya mencoba sesuatu yg lebih realistis. Beli tepung kue double chocolate hampir jadi dari betty crocker. Petunjuknya jelas di kemasannya. Tambahkan bahan yang di butuhkan, aduk tanpa mixer lalu cetak pake sendok di atas loyang, dan bakar deh.

double chocolate cookies

Untuk konversi ukuran suhu dan cup bisa di google aja (rasanya pernah ngasih link tapi lagi malas nyari lagi :P).

Berikut ini hasil masak cookiesnya. Sungguh menggugah semangat dan melupakan kegagalan di percobaan pertama 😀

Jadi pelajarannya adalah kalau kamu juga baru belajar masak seperti saya dan pemalas seperti saya, masak cookies yg udah di pack sungguh membantu mempercepat. Namanya juga masih kenalan dengan ovennya. Oh ya saya baru tahu kalau oven harus dipanasin dulu sebelum di pakai. Pengetahuan dasar pertama tentang baking :P.

Hasil pertama bentuk cookies saya belum seragam, setidaknya dalam 1 loyang cukup seragam. Masih harus berlatih buat memperkirakan ukuran kue dan sebagainya.

Banyak sekali yang masih harus saya pelajari di dunia baking ini, tapi karena tujuannya cuma untuk fun dan snack di rumah doang, ya…saya milih yang praktis saja, yang ga perlu dipusingkan membaca terlalu banyak resep. Daan membeli yang hampir jadi membantu sekali dalam proses belajar. Ternyata baking itu ga susah.

Tempe Mendoan

Tempe Mendoan Ceritanya kemaren ketagihan bikin tempe di Chiang Mai. Tapi kok ya kalau tempe goreng biasa rasanya kurang variasi. Waktu browsing-browsing nemu ide tempe mendoan ini. Ternyata pada dasarnya mirip dengan tempe goreng tepung yang selama ini saya bikin, tapi ya ada beda bumbunya dikit.

Berikut ini resep hasil eksperimen dari beberapa hasil browsing dan di sesuaikan dengan persediaan bahan di dapur pemalas 🙂

  • Tempe diiris tipis (sekitar 50 mm)
  • Bumbu giling halus : Bawang putih 5 siung, ketumbar dan garam secukupnya,
  • Bumbu lainnya: daun bawang iris agak kasar, tepung terigu dan air secukupnya

Cara membuat: Campur bumbu giling halus dan bumbu lainnya dan tambahkan air sedikit demi sedikit. Pastikan tidak terlalu encer dan juga tidak terlalu kental. Masukkan tempe yang sudah diiris tipis, biarkan beberapa menit supaya bumbunya meresap.

Panaskan minyak goreng, dan goreng deh tempe yang sudah dibumbui. Angkat sebelum terlalu kering.

Nyam-nyam, rasanya cukup berbeda dibandingkan tempe goreng tepung biasa. Biasanya cuma pake bawang putih doang soalnya, kali ini ada rasa ketumbar dan daun bawangnya. Oh ya, gorengnya jangan terlalu lama, karena ide tempe mendoan ini adalah tempe yang tidak begitu kering digorengnya.

Kalau mau lebih sedap lagi, gunakan tempe yang dibuat dengan menggunakan daun bukan yang di buat menggunakan plastik. Saya sih di sini selalu bikin tempe pake bungkus plastik, belum belajar gimana cara membungkus menggunakan daun. Sudah nemu sih tempat beli daun pisangnya, tapi…nanti belajar dulu dari mertua hehehe.

Telur Dadar Istimewa ala Pemalas

telur dadar
Salah satu bahan makanan yang harus selalu tersedia di dapur pemalas adalah telur. Untuk hari-hari di mana saya sudah kehabisan ide mau masak apa, salah satu pilihan adalah telur. Ada berbagai cara mengolah telur selain masak telur tomat yang pernah saya tuliskan, yaitu bisa direbus, diceplok, atau didadar.

Dari berbagai cara mengolah telur yang sederhana, saya paling suka telur didadar, karena saya suka telur yang matang sedangkan telur rebus dan telur ceplok kadang2 kuningnya tidak matang. Di Thailand sini, salah satu variasi masak telur dadar adalah dicampur dengan daging kornet babi. Lalu ada lagi telur dicampur tepung dicampur kerang yang disebut hoi thoot. Saya tidak tau bumbu pastinya hoi thoot apa, tapi dari hoi thoot dan dari telur dadar campur daging dan pengalaman masak bakwan, tiba-tiba kemarin saya terinspirasi mencampur sayur, dan tepung ke dalam telur yang akan didadar. Ya hitung-hitung membuat telur dadar menjadi sesuatu yang agak istimewa dibandingkan telur dadar biasanya (biar ga ketauan pemalasnya hehehe). Continue reading