Variasi muffin oatmeal raisins

Udah lama ga update laporan belajar bakingnya. Beberapa percobaan kemarin gagal, udah nyoba masak butter cake tapi entah kenapa masaknya ga rata, bagian tengahnya ada yg ga mateng :(, jadi ga bisa diceritain banyak. Paling kalau udah coba dan berhasil nanti diceritakan disini.

Nah cerita bikin muffin aja deh. Beberapa waktu lalu beli loyang muffin yang isi 12, alasannya sih biar muffinnya ga gede banget sekali makan. Tapi loyang muffin isi 12 ini bahannya alumunium, ya udah deh sekalian beli kertas muffinnya, soalnya males oles2 mentega ke loyang. Percobaan pertama pake loyang isi 12 ini gagal :(, ternyata muffin tanpa isi itu kurang sip rasanya. Waktu itu sangkin semangatnya masak, kelupaan masukin kismis :(, alhasil muffinnya sih jadi, tapi ya karena rasanya ga menyelerakan :(.

Beberapa waktu sempat berenti dulu bikin muffin, kehilangan rasa percaya diri baking, apalagi setelah kegagaln baking muffin ini disusul dengan gosongnya cookies betty crocker rasa coklat chips dan kegagalan si butter cake tadi. Sampai akhirnya kemarin siang kepikiran buat coba lagi.

Setelah intro yang panjang ini, baru deh masuk ke cerita yang dinanti-nanti variasi resep muffin oatmeal kismisnya adalah sebagai berikut. Resep utama dan cara membuat tetap sama.

Variasi I:

  • susu digantikan dengan susu yoghurt rasa buah 1 cup (ini bukan yoghurtnya loh tapi susu rasa yoghurt). Rasanya jadi lebih aroma buah aja.

Variasi II:

  • minyak goreng digantikan dengan olive oil 1/3 cup
  • susu digantikan dengan 2 sendok makan susu kental manis + teh hijau original (teh hijau buat ngelarutin susunya sehingga hasilnya 1 cup).
  • untuk memasaknya panaskan oven 170  derajat celcius, lalu di masak sekitar 15 menit.

Oh ya resep untuk 6 muffin besar itu bisa dipakai untuk 12 muffin sedang. Jadi dengan resep yang sama, tinggal pilih aja mau bikin banyak atau besar. Tergantung tingkat laparnya kali ya hehehe. Memasak di loyang alumunium ini saya gunakan kertas muffin, tapi karena saya beli kertas muffinnya terlalu tinggi di banding muffinnya, jadinya bentuk muffinnya ga keluar dari cetakan deh. Terus untuk resep variasi ke-2, sepertinya masi bisa dikurangi lagi olive oilnya. Nanti kalau saya bikin lagi akan saya coba mengurangi dan ceritakan berhasil tidaknya.

Ide menggantikan minyak goreng biasa dengan olive oil datang dari hasil browsing di mana orang-orang banyak yang bilang kalau pakai olive oil hasilnya lebih “sehat”. Memang sih harga olive oil agak lebih mahal di banding minyak biasa, tapi bisa cari olive oil yg kualitas nomor 2 kok. Toh katanya beli olive oil yang mahal atau yang murah sih bakal sama aja kegunaanya. Saya beli yang ga mahal-mahal banget.

Foto muffin yang ukuran sedang belum ada, kalau sudah rajin memfoto akan saya susulkan kemudian. Basically sih sama aja warna luarnya dengan muffin sebelumnya, beda ukuran dan rasanya (yang mana ga bisa di share dalam bentuk foto hehe).

Oke deh, selamat mencoba berbagai variasi muffin. Saya sendiri masih doyan dengan bahan dasar oatmeal dan kismis 😀