Categories
experimental modified

Kering Tempe

Ini percobaan pertama saya bikin kering tempe. Belum pernah seumur-umur bikin kering tempe, tapi entah kenapa kemaren kepikiran rasanya kangen kering tempe. Well, walaupun hasilnya tidak seperti buatan nyokap (karena resepnya aja ngarang bebas), tapi bisa mengobati kekangenan yang ada. Aromanya juga sama banget. Suami saya yang biasanya katanya ga doyan kering tempe aja jadi doyan makan kering tempe. Emang ya, kalau sesuatu yang langka itu jadi lebih berharga.

Kering Tempe

Seperti biasa, dapur pemalas itu suka memodifikasi bumbu sesuai dengan bahan yang tersedia saja dan kurang patuh dengan resep-resep yang diwariskan melalui Google.

Berikut ini cara saya memasaknya:
Bahan utama, digoreng:
– Tempe di potong tipis dan kecil (kira-kira saja)
– Kacang tanah (perbandingan tempe dan kacang tanah sesuai selera saja)

Bumbu di giling halus :
– Bawang Merah 6 siung
– Bawang putih 3 siung (perbandingannya bawang merah lebih banyak dari bawang putih)
– Lengkuas sedikiiiit saja
– Garam secukupnya

Bumbu tambahan:
– Cabe merah diiris serong, sesuai selera pengen sepedas apa
– Gula jawa secukupnya diiris halus
– Asam tamarind (asam jawa) ambil airnya sekitar 2 sendok atau tergantung selera mau seasam apa
– Gula pasir sedikit
– Daun jeruk nipis untuk aroma
– Air secukupnya

Cara memasak :
– kacang tanah dan tempe di goreng terpisah, sisihkan (kalau punya ikan teri boleh juga tambah ikan teri)
– Bumbu giling halus
– Panaskan minyak sedikit untuk menumis, tumis bumbu yang sudah digiling halus sampai wangi, masukkan cabe yang sudah dipotong serong
– Tambahkan air asam ke dalam bumbu tumis yang sudah wangi
– Tambahkan gula jawa yang diiris, aduk sampai rata tapi jangan terlalu lama nanti jadi lengket, tambahkan air bila dirasa perlu
– Masukkan daun jeruk nipis untuk menambah aroma wangi
– Masukkan tempe dan kacang yang sudah digoreng kering, ratakan bumbunya, tambahkan gula pasir diatasnya.

Saya yakin dari jarak yang cukup jauh orang-orang sudah tergoda mencium aroma masakan Anda 🙂 hehehe.. Sebenarnya mengingat step memasak kering tempe ini sangat banyak, ini bukan jenis masakan pemalas (termasuk kalau Anda seperti saya yang harus membikin tempenya dari kedele).

Tapi.. kering tempe ini bisa disimpan berhari-hari dan menjadi cemilan. Jadi bukan jenis masakan yang sekali masak habis, tapi sekali masak untuk beberapa kali makan (sehingga ga harus sering-sering masak). Untuk alasan itu, saya rasa masakan ini jadi masuk kategori masakan pemalas juga.

By risna

a housewife who recently learns to knit and crochet, lives in Chiang Mai since 2007, so must learn Thai Language, and had some part time job to do documentation with LaTeX and welcoming for a new family member at the end of 2010

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *