Diposkan pada experimental, modified

Muffin oatmeal banana

Ceritanya udah lama banget ga masak pake oven, trus pagi ini awalnya mau bikin banana bread tapi kok ya rasanya pengen oatmeal juga. Jadilah saya mengarang bebas bikin versi muffin berdasar stock yang ada dan harap harap cemas bakal jadi ga ya.

Karena hasilnya cukup sukses dan cocok dengan selera saya, supaya ga lupa mau ditulis aja di sini.

image

Bahan bahan :

2 butir telur
1 cup susu segar
1/2 cup olive oil
2 cup oatmeal instan
1 cup tepung terigu
1/3 cup brown sugar
1/4 cup kismis
1/4 cup chocolate chips
1/2 tsp garam
1 tsp soda kue (bikarbonas)
1 buah pisang

Sekilas keliatan banyak ya bahannya, tapi sebenernya kismis san chocolate chips opsional, bisa pilih salah satu tapi saya kebetulan lagi pengen keduanya hehe. Pisang juga boleh ditambah kalau kepengen.

Cara membuat mirip dengan membuat oatmeal muffin. Seperti biasa oatmeal di rendam dulu dengan olive oil dan susu segar. Lalu di mangkuk terpisah pisang dihancurkan menggunakan garpu. Tambahkan telur ke dalam pisang yang sudah lumat. Aduk telur supaya kuning  telur dan putihnya merata (saya pakai garpu saja seperti biasa). Berikutnya masukkan bikarbonas, garam, brown sugar, chocochips dan kismis. Aduk supaya merata. Lalu masukkan oatmeal yg sudah di rendam ke salam adonan. Aduk rata dan tambahkan 1 cup terigu ke dalam adonan. Setelah adonan rata siap di masukkan ke loyang muffin. Saya pakai loyang muffin isi 6 dan ternyata adonan kelebihan dan jadi 8 buah muffin. Kalau pakai loyang 12 muffin kemungkinan bakal pas.

Panggang dengan suhu 175 derajat celcius sekitar 20 menit. Pastikan kematangan dengan test tusuk gigi.

Done siap disantap.

image
Diposkan pada fast and easy, instant food, modified

Spaghetti Sausages

Bosan dengan mie rebus instan, jadi pengen nyobain variasi spaghetti pake sosis dari website 9GAG. Sebenernya Joe sih yang iseng pengen nyobain, ya sudah kami bekerjasama mewujudkannya untuk snack malam hehe. Bahan yang digunakan tentu saja bahan yang tidak perlu waktu lama untuk memasaknya.

Bahan-bahan:

  • Spaghetti kecil yang bisa mateng dalam 3 menit
  • Sosis
  • Saus prego
  • Keju mozarella
  • air untuk merebus

Langkahnya bisa dilihat gambar:

1. Potong-potong sosis lalu tusukkan spaghetti menembus sosis. Spaghettinya kami potong 2 dulu lalu kami tusukkan ke sosis yang berukuran kira-kira 3 cm

2. Rebus sosis dan spaghetti dalam air mendidih sampai spaghetti lunak (kira-kira 3 menit)

3. Tiriskan air rebusan dari spaghetti sosis

4. Sambil menunggu air tiris, campurkan saus prego dengan keju mozarella dan tambahkan air sedikit. Aduk-aduk sampai mendidih (kira-kira 2 menit)

5. Spaghetti sosis dengan saos prego plus keju siap untuk disantap

siap di santap
Siap dihidangkan

Gampang banget kan!

Belakangan karena kami merasa menusuk-nusuknya butuh waktu, sebagian spaghetti ga kami tusukkan langsung aja direbus dan dihidangkan dengan sebagian yg ditusukin begini heehhehe.

Selamat mencoba Smile

Diposkan pada fast and easy, modified

Coffee Bars

Langkah 1Langkah 2Langkah 3Langkah 4Langkah 5Cek Jonathan dulu
Lagi seriusLangkah 6Masukkan ke ovenIMG_0781Menunggu kue matengMikir
Gaya seriusSiap saji

Coffee Bars, a set on Flickr.

Resep aslinya nyontek dari blog temen http://mikeloveslia.blogspot.com/2012/02/coffee-bars.html tapi karena ngerasa bakal kebanyakan kalau ngikutin resepnya jadilah mencoba bikin setengah resep saja. Dan seperti biasa karena ga ada ini dan itu ya udah dibuat seadanya aja, apalagi membuatnya sambil ngasuh anak. Untungnya anaknya lagi mau ditinggal main sendiri. Hasilnya rasanya passs, ga terlalu manis dan ga takut makan banyak πŸ™‚

Kuncinya pilih kopi instan yang disukai dan tentu saja takaran gula disesuaikan dengan selera, kalau suka manis mungkin saja modifikasi saya ini kurang pas. Berikut ini bahan-bahannya masukkan satu persatu secara berurutan:

  • 1 telur
  • 1/2 cup sunflower oil (atau minyak goreng biasa juga bisa)
  • 1/2 cup kopi hangat (dari 1 sachet kopi cappucino instan)
  • 1/2 tsp baking soda
  • 1/2 tsp garam
  • 1/2 tsp vanilla essence
  • 1 cup brown sugar
  • 1 1/2 cup tepung terigu serbaguna
  • opsional : keju sesuai selera

Cara pembuatan gampang, masukkan satu persatu bahan, aduk-aduk, tuang ke loyang 8 x 8 inch dan panggang di oven 175 derajat celcius selama 20 – 25 menit. Ga butuh mixer dan ga pakai lama. Kalau ada yang kurang jelas, silakan liat fotonya langsung di flickr atau tinggalkan komen ya.

Selamat menikmati setengah cangkir kopi dalam seloyang kue πŸ™‚

Diposkan pada modified

Carrot Bread

Langkah 11

Masih dalam rangka bikin camilan sehat yang tidak banyak telur, tidak terlalu manis dan bisa dimakan oleh Jonathan. Sebelumnya sudah sering mencicipi carrot bread/cake, tapi baru tergerak untuk mencoba bikin waktu diundang makan malam di rumah salah seorang teman Indonesia di ChiangMai. Setelah googling sana-sini, diputuskan memodifikasi resep dari sini : http://allrecipes.com/recipe/cinnamon-carrot-bread/

Lanjutkan membaca “Carrot Bread” β†’

Diposkan pada experimental, modified, sharing, tips

Variasi muffin oatmeal raisins

Udah lama ga update laporan belajar bakingnya. Beberapa percobaan kemarin gagal, udah nyoba masak butter cake tapi entah kenapa masaknya ga rata, bagian tengahnya ada yg ga mateng :(, jadi ga bisa diceritain banyak. Paling kalau udah coba dan berhasil nanti diceritakan disini.

Nah cerita bikin muffin aja deh. Beberapa waktu lalu beli loyang muffin yang isi 12, alasannya sih biar muffinnya ga gede banget sekali makan. Tapi loyang muffin isi 12 ini bahannya alumunium, ya udah deh sekalian beli kertas muffinnya, soalnya males oles2 mentega ke loyang. Percobaan pertama pake loyang isi 12 ini gagal :(, ternyata muffin tanpa isi itu kurang sip rasanya. Waktu itu sangkin semangatnya masak, kelupaan masukin kismis :(, alhasil muffinnya sih jadi, tapi ya karena rasanya ga menyelerakan :(.

Beberapa waktu sempat berenti dulu bikin muffin, kehilangan rasa percaya diri baking, apalagi setelah kegagaln baking muffin ini disusul dengan gosongnya cookies betty crocker rasa coklat chips dan kegagalan si butter cake tadi. Sampai akhirnya kemarin siang kepikiran buat coba lagi.

Setelah intro yang panjang ini, baru deh masuk ke cerita yang dinanti-nanti variasi resep muffin oatmeal kismisnya adalah sebagai berikut. Resep utama dan cara membuat tetap sama.

Variasi I:

  • susu digantikan dengan susu yoghurt rasa buah 1 cup (ini bukan yoghurtnya loh tapi susu rasa yoghurt). Rasanya jadi lebih aroma buah aja.

Variasi II:

  • minyak goreng digantikan dengan olive oil 1/3 cup
  • susu digantikan dengan 2 sendok makan susu kental manis + teh hijau original (teh hijau buat ngelarutin susunya sehingga hasilnya 1 cup).
  • untuk memasaknya panaskan oven 170  derajat celcius, lalu di masak sekitar 15 menit.

Oh ya resep untuk 6 muffin besar itu bisa dipakai untuk 12 muffin sedang. Jadi dengan resep yang sama, tinggal pilih aja mau bikin banyak atau besar. Tergantung tingkat laparnya kali ya hehehe. Memasak di loyang alumunium ini saya gunakan kertas muffin, tapi karena saya beli kertas muffinnya terlalu tinggi di banding muffinnya, jadinya bentuk muffinnya ga keluar dari cetakan deh. Terus untuk resep variasi ke-2, sepertinya masi bisa dikurangi lagi olive oilnya. Nanti kalau saya bikin lagi akan saya coba mengurangi dan ceritakan berhasil tidaknya.

Ide menggantikan minyak goreng biasa dengan olive oil datang dari hasil browsing di mana orang-orang banyak yang bilang kalau pakai olive oil hasilnya lebih β€œsehat”. Memang sih harga olive oil agak lebih mahal di banding minyak biasa, tapi bisa cari olive oil yg kualitas nomor 2 kok. Toh katanya beli olive oil yang mahal atau yang murah sih bakal sama aja kegunaanya. Saya beli yang ga mahal-mahal banget.

Foto muffin yang ukuran sedang belum ada, kalau sudah rajin memfoto akan saya susulkan kemudian. Basically sih sama aja warna luarnya dengan muffin sebelumnya, beda ukuran dan rasanya (yang mana ga bisa di share dalam bentuk foto hehe).

Oke deh, selamat mencoba berbagai variasi muffin. Saya sendiri masih doyan dengan bahan dasar oatmeal dan kismis πŸ˜€

Diposkan pada experimental, modified, tips

Muffin Oatmeal Kismis

Ini percobaan berikutnya dengan memakai oven yang masih gress. Dari hasil ngobrol-ngobrol dengan yang udah lebih akrab ama oven, dapat saran kalau mau belajar masak yang anti gagal itu muffin atau brownies. Kemarin belum beli loyang muffinnya, jadi harus beli dulu deh.

raisin oatmeal muffin

Pas jam break kantor hidangannya ga menggugah selera, akhirnya Joe dan saya memutuskan jalan ke mall depan kantor buat beli loyang muffin. Cuma nemu 1 jenis ini aja loyangnya, ga nemu kertasnya pula. Tapi nekat ajalah beli.

Malamnya memutuskan mencari sesuatu untuk memberdayakan oatmeal dan kismis yang tak kunjung habis (dulu beli niatnya mau diet :P). Di rumah juga masih ada palm sugar brown sugar yang dulu di beli buat bikin kopi tapi ga jadi di pake. Dari hasil browsing, pilihan jatuh ke resep ini . Dari resep yang tertera saya ga ngerti apa itu buttermilk apa itu sifted flour.

Dari hasil google buttermilk itu bisa digantikan dengan susu + yoghurt atau susu + vinegar. Tapi di dapur lagi ga ada stok yoghurt ataupun vinegar, susu yang di pake aja boleh ngambil jatah minuman Joe dan pas banget sisa 1 cup.

Waktu browsing menemukan fakta-fakta menarik tentang muffin yang intinya muffin itu bisa di siapkan adonannya malam hari dan di bakar pagi hari. Wah semakin semangat buat mencoba nih. Fakta tentang muffin yang saya maksud selengkapnya baca di link ini.

Berikut ini bahan-bahannya:

    • 1 cup oats
    • 1 cup susu
    • 1 telur
    • 1/2 cup palm sugar (gula palm) brown sugar
    • 1/2 cup minyak goreng (ini boleh dikurangi kalau ga suka terlalu berminyak)
    • 1 cup tepung yang sudah diayak (waktu praktek kemarin karena ga punya saringan tepung saya ga ayak :P)
    • 1 sendok teh baking powder
    • 1/2 sendok teh baking soda
    • 1/2 sendok teh garam
    • 3/4 cup raisins/ kismis

catatan: sendok teh atau cup di sini biasanya ukuran standar sendok masak, daripada salah ukuran dengan sendok makan kita biasanya ada baiknya sih beli sendok ukur dan gelas ukur, cari yang harganya murah banyak kok.

Oke sekarang kita mulai membuat:

    • panaskan oven 200 derajat celcius atau kalau pake oven yang ga ada penunjuk suhu kira-kira api setengah kali ya
    • rendam oatmeal dalam susu, lalu biarkan sejenak
    • sambil menunggu rendaman oatmeal campurkan bahan-bahan kering di tempat terpisah: tepung, baking soda, baking powder, garam
    • kismisnya saya rendam air lalu microwave 1 menit (ditempat terpisah juga)
    • kembali ke oatmeal campurkan telur dan palm sugar brown sugar ke adonan, aduk rata ( ga rata banget juga gpp)
    • campurkan minyak goreng ke adonan kering, aduk rata
    • campurkan adonan oatmeal dan adonan tepung dan jangan lupa kismis yang sudah di microwave (airnya dibuang dulu dari kismisnya)
    • adonan akan berbentuk kayak lumpur, agak cair, kalau terlalu kaku malah mungkin adonannya kurang pas
    • oke langkah terakhir tuang adonan ke dalam loyang muffin. Saya ga pake kertas muffin, untungnya loyangnya teflon jadi ga nempel. Adonan dimasukkan jangan kepenuhan karena muffin akan mengembang.
    • Takaran yang digunakan dalam adonan ini pas banget buat 6 buah muffin besar.
    • Selanjutnya bakar deh dalam oven selama 15 menit atau cek aja sebelum gosong :p (muffin saya nyaris gosong kemaren ada yang warnanya dah coklat banget hihihi). Cara lain mengeceknya adalah dengan menusuk muffinnya dengan tusuk gigi, kalau tusuk giginya keluar bersih  ga ada yang nempel berarti udah oke.

Oke sambil menunggu muffinnya matang, jangan lupa cuci tuh tumpukan peralatan yang dipake masak. Sebenernya ga banyak kan peralatan yang dipakai. Saya malas masak lebih malas lagi cuci piring, tapi karena membayangkan muffin yang akan disantap bersama dengan kopi atau teh tarik, jadi semangat deh bersih-bersih dapur.

Oke masih ada waktu abis cuci piring bikin minuman hangat buat teman bersantap muffin.. Oh ya setelah keluar dari oven, jangan langsung diserbu muffinnya, tunggu dulu beberapa menit sebelum dikeluarin dari loyangnya. Kalau saya kemarin yang saya lakukan adalah memfoto-foto muffinnya sambil menunggu dingin.Setelah keluar dari loyang juga foto-foto dulu dong sebelum diserbu.

first muffinBerhubung kemarin malam bikinnya setelah makan malam, otomatis ga sanggup dong ngabisin langsung. Mana ini muffin isinya oatmeal yang sungguh  mengenyangkan. Memang muffin ini cocoknya buat sarapan atau snack sore hari. Kalau dari yang saya baca, muffin yang sudah dingin dibungkus plastik dan bisa tahan cukup lama. Jadi ga ada alasan juga ngerusak diet :p.

Oh ya kesimpulannya: susu cair biasa bisa dipakai ga harus buttermilk, tepung yang ga terlalu gumpal juga bisa dipake tanpa diayak *jadi ga ada alasan belum beli saringan terus ga mau masak*, raisin di sini bisa diganti dengan buah kering lainnya, coba-coba aja sendiri ya hehehe. So far baking ga susah ternyata buat pemula.

Tadi pagi muffinnya di angetin di microwave, kenyang sampe siang loh! Wah ini udah jam makan siang, masak apa lagi ya…