Soto Ayam ala Pakde

Beberapa waktu lalu, Joe pulang ke Jakarta dan berhasil mendapatkan resep soto dari Pakde Meruya yang jualan soto. Berhubung di Chiang Mai ga ada yang jualan soto ya udah deh kita meminta resepnya buat dipraktekin disini. Basically pakde cuma ngasih tau bumbunya aja tanpa takaran, naah karena saya pun udah mulai terbiasa masak (setelah kursus singkat beberapa waktu lalu dengan mama saya), akhirnya bisa juga nakar bumbu yg judulnya secukupnya atau sesuai selera.soto-sop in one

Setelah browsing karena ga pede dengan nama bumbunya saja, akhirnya saya nekat bereksperimen dan menambahkan beberapa hal kedalamnya. Oke berikut ini bumbu dan bahan yang dibutuhkan. Soto yang saya buat ini jenisnya soto sop, karena rasa malas memisahkan soto dan isinya hehhee maka isinya saya bikin isi sayuran sop juga.

Bahan:

    • Ayam 1/2 kg – potong-potong sesuai selera
    • Kentang potong-potong sesuai selera
    • Wortel potong potong sesuai selera
    • Tomat iris

Bumbu:

    • Bawang putih 4 siung diiris – lalu digoreng sebentaaaar saja, kalau terlalu lama nanti sotonya jadi hitam
    • Jahe 1 cm
    • Kunyit 1 cm
    • Kemiri 3 butir
    • Sereh 1 batang – keprok
    • Lengkuas 1 cm
    • Kaldu ayam 1 block (opsional)
    • daun jeruk iris
    • garam secukupnya

Bumbu tabur:

    • Daun seledri iris
    • daun bawang iris
    • bawang merah iris lalu digoreng
    • jeruk nipis

Cara memasak:

    1. Rebus ayam yang sudah dibersihkan dalam air sampai kaldunya keluar (seperti masak sup aja).
    2. Haluskan bawang putih goreng + kemiri + jahe + kunyit – saya sih pake blender dikasih air biar cepet hihihi
    3. Masukkan bumbu yang sudah dihaluskan ke dalam rebusan ayam (kalau ayam mau terpisah disuir, ya ayamnya diangkat lalu disisihkan, kuahnya saja yang akan diteruskan dimasak.
    4. Masukkan lengkuas, sereh, daun jeruk dan kaldu ayam.
    5. Setelah mendidih masukkan kentang dan wortel sampai kentang dan wortel cukup lunak
    6. Masukkan garam dan cicipi apakah rasanya sudah sesuai selera.

Saran penyajian:

Biasanya soto disajikan bersama mie soun dan aneka isi lainnya. Nah berhubung saya lagi malas, saya cuma memasukkan tomat iris dan menuangkan soto-sop yang sudah masak ke dalam mangkok. Lalu taburi dengan daun seledri dan daun bawang yang sudah dipersiapkan sebelumnya dan kasih perasan jeruk nipis sedikit. Lalu hidangkan deh.

Memasak soto ini sepertinya banyak bumbu dan langkah, tapi sebenernya gampang kok, segampang masak sup hehehe, apalagi kalau modelnya ga pake macem-macem isi soto seperti di warung soto pada umumnya :D, tadi saya masaknya di dapur less than 1 hour (somehow iris mengiris masih belum cekatan sayanya, dan merebus ayamnya ya seperti masak sop juga kan butuh waktu).

Oh iya hampir kelupaan, soto ayam ini akan lebih sedap dihidangkan dengan sambal sotonya. Cara bikin sambal sotonya gampang:

Rebus cabe rawit sebentar, lalu ulek sambil tambahkan kuah sotonya ke dalam ulekan. Sajikan deh sotonya bersama sambal rawitnya. Pedasnya dijamin deh bikin lidah ga bisa berhenti bergetar  hahahahaaha.

Selamat menikmati πŸ˜€

Variasi muffin oatmeal raisins

Udah lama ga update laporan belajar bakingnya. Beberapa percobaan kemarin gagal, udah nyoba masak butter cake tapi entah kenapa masaknya ga rata, bagian tengahnya ada yg ga mateng :(, jadi ga bisa diceritain banyak. Paling kalau udah coba dan berhasil nanti diceritakan disini.

Nah cerita bikin muffin aja deh. Beberapa waktu lalu beli loyang muffin yang isi 12, alasannya sih biar muffinnya ga gede banget sekali makan. Tapi loyang muffin isi 12 ini bahannya alumunium, ya udah deh sekalian beli kertas muffinnya, soalnya males oles2 mentega ke loyang. Percobaan pertama pake loyang isi 12 ini gagal :(, ternyata muffin tanpa isi itu kurang sip rasanya. Waktu itu sangkin semangatnya masak, kelupaan masukin kismis :(, alhasil muffinnya sih jadi, tapi ya karena rasanya ga menyelerakan :(.

Beberapa waktu sempat berenti dulu bikin muffin, kehilangan rasa percaya diri baking, apalagi setelah kegagaln baking muffin ini disusul dengan gosongnya cookies betty crocker rasa coklat chips dan kegagalan si butter cake tadi. Sampai akhirnya kemarin siang kepikiran buat coba lagi.

Setelah intro yang panjang ini, baru deh masuk ke cerita yang dinanti-nanti variasi resep muffin oatmeal kismisnya adalah sebagai berikut. Resep utama dan cara membuat tetap sama.

Variasi I:

  • susu digantikan dengan susu yoghurt rasa buah 1 cup (ini bukan yoghurtnya loh tapi susu rasa yoghurt). Rasanya jadi lebih aroma buah aja.

Variasi II:

  • minyak goreng digantikan dengan olive oil 1/3 cup
  • susu digantikan dengan 2 sendok makan susu kental manis + teh hijau original (teh hijau buat ngelarutin susunya sehingga hasilnya 1 cup).
  • untuk memasaknya panaskan oven 170  derajat celcius, lalu di masak sekitar 15 menit.

Oh ya resep untuk 6 muffin besar itu bisa dipakai untuk 12 muffin sedang. Jadi dengan resep yang sama, tinggal pilih aja mau bikin banyak atau besar. Tergantung tingkat laparnya kali ya hehehe. Memasak di loyang alumunium ini saya gunakan kertas muffin, tapi karena saya beli kertas muffinnya terlalu tinggi di banding muffinnya, jadinya bentuk muffinnya ga keluar dari cetakan deh. Terus untuk resep variasi ke-2, sepertinya masi bisa dikurangi lagi olive oilnya. Nanti kalau saya bikin lagi akan saya coba mengurangi dan ceritakan berhasil tidaknya.

Ide menggantikan minyak goreng biasa dengan olive oil datang dari hasil browsing di mana orang-orang banyak yang bilang kalau pakai olive oil hasilnya lebih β€œsehat”. Memang sih harga olive oil agak lebih mahal di banding minyak biasa, tapi bisa cari olive oil yg kualitas nomor 2 kok. Toh katanya beli olive oil yang mahal atau yang murah sih bakal sama aja kegunaanya. Saya beli yang ga mahal-mahal banget.

Foto muffin yang ukuran sedang belum ada, kalau sudah rajin memfoto akan saya susulkan kemudian. Basically sih sama aja warna luarnya dengan muffin sebelumnya, beda ukuran dan rasanya (yang mana ga bisa di share dalam bentuk foto hehe).

Oke deh, selamat mencoba berbagai variasi muffin. Saya sendiri masih doyan dengan bahan dasar oatmeal dan kismis πŸ˜€

Oatmeal raisins cookies

Setelah beberapa kali membuat muffin dengan oatmeal dan raisins, tadinya pingin coba bikin brownies. Coklat bubuk udah di beli tapi rasanya kok lebih tertarik bikin cookies pake oatmeal dan kismis yang tak kunjung habis ya.

Kebanyakan resep cookies menyarankan menggunakan oatmeal versi di masak bukan instan oatmeal seperti yang saya punya. Akhirnya dapat juga resep yang menyarankan menggunakan oatmeal instan di sini. Ini penampakan hasil yang saya buat.

raisins oatmeal cookies

Dari review yang ada, resepnya dinyatakan terlalu gampang gosong dan terlalu lumer, dalam hati udah berniat nambahin tepung sedikit dari yang disarankan. Tau-tau pas ngukur susu, salah pake gelas ukur, diminta setengah cup eh tau2 udah nuang pake  yang 1 cup :P. Akhirnya terusin aja deh nambah tepungnya 1/2 cup dari yang disarankan.

Oh ya kemaren dari hasil browsing menemukan fakta bahwa brown sugar itu berbeda dengan palm sugar. Tapi di rumah adanya palm sugar, jadinya ya tetep aja saya pakenya palm sugar bukan brown sugar. Tadinya saya pikir yang saya punya palm sugar, ternyata pas baca bungkusnya lagi eh bener brown sugar hehe ralat deh. Hasilnya cookies yang saya buat ga cepet gosong, dan chewy (bukan tipe cookies yang kering banget).

Oh iya hampir lupa, berikut ini  resep untuk 3 lusin cookies yang ukurannya sekitar 1 tablespoon.

    • 1,5 cup tepung serba guna (saya pake 2 cup karena kebanyakan susu)
    • 1/2 teaspoon baking soda
    • 1 teaspoon garam
    • 1/4 teaspoon bubuk kayu manis
    • 1,5 cup instan oatmeal
    • 1 telur
    • 1 cup palm sugar brown sugar
    • 1/2 cup minyak goreng
    • 1/2 gelas susu (saya terlanjur tuang 1 cup)
    • 1 teaspoon vanila extract
    • 1 cup kismis

Cara membuat (ga butuh mixer):

    1. panaskan oven 180 derajat celcius atau api sedang untuk menggunakan kompor
    2. ayak tepung + baking soda + garam + bubuk kayu manis
    3. Campurkan oatmeal sambil aduk rata
    4. masukkan bahan lainnya ke dalam adonan dan aduk rata (palm sugar, telur, minyak goreng, susu, vanila extract, kismis)
    5. siapkan loyang yang sudah di alasi kertas roti (atau bisa juga di beri olesan minyak dan taburan tepung)
    6. cetak kue dengan cara menjatuhkan adonan dari sendok ke atas loyang. Untuk membantu agar ukurannya sama bisa dengan menggunakan bantuan sendok ukur 1 tablespoon
    7. bakar di oven selama 15 – 20 menit
    8. setelah dikeluarkan dari oven biarkan di wire rack sampai dingin

Selesai sudah, silakan disimpan di tempat yang tertutup rapat. Jangan lupa ketika membakar adonan cuci peralatan masaknya dan panaskan air untuk membuat minuman hangat teman makan cookies πŸ˜€ dan main game.

Anyway, akhirnya 1 kaleng oatmeal sudah habis dan kismis juga sudah waktunya membeli lagi. Katanya sih bisa saja kita menggantikan kismis dengan buah kering lainnya, tapi buat saya paling enak masih pake kismis deh. Kalau makan oatmeal + kismis doang rasanya biasa aja, tapi kalau jadi cookies pasti jadi enak dong.

Kalau Anda punya anak kecil, cookies ini cukup sehat dibanding cookies double chocolate kemarin. Rasanya juga chewy ketika digigit. Yuk segera ke dapur terdekat dan praktekkan :D.

Muffin Oatmeal Kismis

Ini percobaan berikutnya dengan memakai oven yang masih gress. Dari hasil ngobrol-ngobrol dengan yang udah lebih akrab ama oven, dapat saran kalau mau belajar masak yang anti gagal itu muffin atau brownies. Kemarin belum beli loyang muffinnya, jadi harus beli dulu deh.

raisin oatmeal muffin

Pas jam break kantor hidangannya ga menggugah selera, akhirnya Joe dan saya memutuskan jalan ke mall depan kantor buat beli loyang muffin. Cuma nemu 1 jenis ini aja loyangnya, ga nemu kertasnya pula. Tapi nekat ajalah beli.

Malamnya memutuskan mencari sesuatu untuk memberdayakan oatmeal dan kismis yang tak kunjung habis (dulu beli niatnya mau diet :P). Di rumah juga masih ada palm sugar brown sugar yang dulu di beli buat bikin kopi tapi ga jadi di pake. Dari hasil browsing, pilihan jatuh ke resep ini . Dari resep yang tertera saya ga ngerti apa itu buttermilk apa itu sifted flour.

Dari hasil google buttermilk itu bisa digantikan dengan susu + yoghurt atau susu + vinegar. Tapi di dapur lagi ga ada stok yoghurt ataupun vinegar, susu yang di pake aja boleh ngambil jatah minuman Joe dan pas banget sisa 1 cup.

Waktu browsing menemukan fakta-fakta menarik tentang muffin yang intinya muffin itu bisa di siapkan adonannya malam hari dan di bakar pagi hari. Wah semakin semangat buat mencoba nih. Fakta tentang muffin yang saya maksud selengkapnya baca di link ini.

Berikut ini bahan-bahannya:

    • 1 cup oats
    • 1 cup susu
    • 1 telur
    • 1/2 cup palm sugar (gula palm) brown sugar
    • 1/2 cup minyak goreng (ini boleh dikurangi kalau ga suka terlalu berminyak)
    • 1 cup tepung yang sudah diayak (waktu praktek kemarin karena ga punya saringan tepung saya ga ayak :P)
    • 1 sendok teh baking powder
    • 1/2 sendok teh baking soda
    • 1/2 sendok teh garam
    • 3/4 cup raisins/ kismis

catatan: sendok teh atau cup di sini biasanya ukuran standar sendok masak, daripada salah ukuran dengan sendok makan kita biasanya ada baiknya sih beli sendok ukur dan gelas ukur, cari yang harganya murah banyak kok.

Oke sekarang kita mulai membuat:

    • panaskan oven 200 derajat celcius atau kalau pake oven yang ga ada penunjuk suhu kira-kira api setengah kali ya
    • rendam oatmeal dalam susu, lalu biarkan sejenak
    • sambil menunggu rendaman oatmeal campurkan bahan-bahan kering di tempat terpisah: tepung, baking soda, baking powder, garam
    • kismisnya saya rendam air lalu microwave 1 menit (ditempat terpisah juga)
    • kembali ke oatmeal campurkan telur dan palm sugar brown sugar ke adonan, aduk rata ( ga rata banget juga gpp)
    • campurkan minyak goreng ke adonan kering, aduk rata
    • campurkan adonan oatmeal dan adonan tepung dan jangan lupa kismis yang sudah di microwave (airnya dibuang dulu dari kismisnya)
    • adonan akan berbentuk kayak lumpur, agak cair, kalau terlalu kaku malah mungkin adonannya kurang pas
    • oke langkah terakhir tuang adonan ke dalam loyang muffin. Saya ga pake kertas muffin, untungnya loyangnya teflon jadi ga nempel. Adonan dimasukkan jangan kepenuhan karena muffin akan mengembang.
    • Takaran yang digunakan dalam adonan ini pas banget buat 6 buah muffin besar.
    • Selanjutnya bakar deh dalam oven selama 15 menit atau cek aja sebelum gosong :p (muffin saya nyaris gosong kemaren ada yang warnanya dah coklat banget hihihi). Cara lain mengeceknya adalah dengan menusuk muffinnya dengan tusuk gigi, kalau tusuk giginya keluar bersih  ga ada yang nempel berarti udah oke.

Oke sambil menunggu muffinnya matang, jangan lupa cuci tuh tumpukan peralatan yang dipake masak. Sebenernya ga banyak kan peralatan yang dipakai. Saya malas masak lebih malas lagi cuci piring, tapi karena membayangkan muffin yang akan disantap bersama dengan kopi atau teh tarik, jadi semangat deh bersih-bersih dapur.

Oke masih ada waktu abis cuci piring bikin minuman hangat buat teman bersantap muffin.. Oh ya setelah keluar dari oven, jangan langsung diserbu muffinnya, tunggu dulu beberapa menit sebelum dikeluarin dari loyangnya. Kalau saya kemarin yang saya lakukan adalah memfoto-foto muffinnya sambil menunggu dingin.Setelah keluar dari loyang juga foto-foto dulu dong sebelum diserbu.

first muffinBerhubung kemarin malam bikinnya setelah makan malam, otomatis ga sanggup dong ngabisin langsung. Mana ini muffin isinya oatmeal yang sungguh  mengenyangkan. Memang muffin ini cocoknya buat sarapan atau snack sore hari. Kalau dari yang saya baca, muffin yang sudah dingin dibungkus plastik dan bisa tahan cukup lama. Jadi ga ada alasan juga ngerusak diet :p.

Oh ya kesimpulannya: susu cair biasa bisa dipakai ga harus buttermilk, tepung yang ga terlalu gumpal juga bisa dipake tanpa diayak *jadi ga ada alasan belum beli saringan terus ga mau masak*, raisin di sini bisa diganti dengan buah kering lainnya, coba-coba aja sendiri ya hehehe. So far baking ga susah ternyata buat pemula.

Tadi pagi muffinnya di angetin di microwave, kenyang sampe siang loh! Wah ini udah jam makan siang, masak apa lagi ya…

Double Chocolate Cookies

Wiken kemarin dapur pemalas kedatangan penghuni baru. Setelah sekian lama ditunda dan maju mundur antara pingin belajar baking dan ga punya waktu dengan hobi yg udah banyak, akhirnya beli juga deh daripada penasaran. Percobaan pertama: bikin roti pake adonan donat gagal total :(, masih ada 2/3 adonan di kulkas ntar mau di coba lagi dengan tips2 dari mpok Vera.

Pengalaman kegagalan pertama ga bikin patah semangat. Percobaan berikutnya mencoba sesuatu yg lebih realistis. Beli tepung kue double chocolate hampir jadi dari betty crocker. Petunjuknya jelas di kemasannya. Tambahkan bahan yang di butuhkan, aduk tanpa mixer lalu cetak pake sendok di atas loyang, dan bakar deh.

double chocolate cookies

Untuk konversi ukuran suhu dan cup bisa di google aja (rasanya pernah ngasih link tapi lagi malas nyari lagi :P).

Berikut ini hasil masak cookiesnya. Sungguh menggugah semangat dan melupakan kegagalan di percobaan pertama πŸ˜€

Jadi pelajarannya adalah kalau kamu juga baru belajar masak seperti saya dan pemalas seperti saya, masak cookies yg udah di pack sungguh membantu mempercepat. Namanya juga masih kenalan dengan ovennya. Oh ya saya baru tahu kalau oven harus dipanasin dulu sebelum di pakai. Pengetahuan dasar pertama tentang baking :P.

Hasil pertama bentuk cookies saya belum seragam, setidaknya dalam 1 loyang cukup seragam. Masih harus berlatih buat memperkirakan ukuran kue dan sebagainya.

Banyak sekali yang masih harus saya pelajari di dunia baking ini, tapi karena tujuannya cuma untuk fun dan snack di rumah doang, ya…saya milih yang praktis saja, yang ga perlu dipusingkan membaca terlalu banyak resep. Daan membeli yang hampir jadi membantu sekali dalam proses belajar. Ternyata baking itu ga susah.

Ikan teri medan sambel kacang

Ikan teri sambal kacang

Beberapa waktu lalu saya pulang ke Medan. Di rumah dimasakin ikan teri dan sayur daun ubi tumbuk. Nikmaaaat sekaliii, makannya lahap sampe nambah. Pulang ke Chiang Mai tidak lupa saya bawa sedikit ikan teri untuk coba-coba masak sendiri.

Berikut bahan dan bumbunya:

  • Ikan teri
  • kacang tanah goreng
  • cabe merah
  • bawang putih
  • bawang merah
  • tomat
  • daun bawang
  • garam secukupnya
  • minyak goreng untuk menggoreng dan sedikit untuk menumis sambel

Cara masak:

  1. goreng ikan teri dengan minyak yang cukup banyak dan jangan ditinggal. Menggoreng ikan teri pastikan apinya sedang, lalu setiap beberapa saat di balik. Pertama kali saya masak ikan teri sebagian ikan teri gosong sebagian ikan teri tidak masak. Ilmu goreng ikan teri saya dapat dari mama saya waktu masih kost di Bandung hehe.
  2. goreng kacang tanahnya (ga perlu di kupas), di  Chiang Mai ada yang jual kacang tanah sudah digoreng, sangat cocok untuk kemalasan saya hehe.
  3. Haluskan bawang putih, bawang merah dan cabe merah serta garam.Kalau males menggiling pake food processor saja πŸ™‚
  4. Iris daun bawang dan tomat (bawang batak kata orang Medan namanya, bahan yang ini tidak wajib kalau tidak punya juga tidak apa-apa).
  5. Pindahkan minyak goreng sisa menggoreng kacang dan ikan teri, sisakan sedikit saja minyak untuk menumis sambel yang sudah digiling halus.
  6. Tumis sambal sampai wangi, masukkan daun bawang dan tomat yang sudah diiris.
  7. Masukkan kacang dan ikan teri ke dalam sambal yang sudah mulai matang. Aduk sehingga sambal merata.
  8. Angkat dan sajikan, paling nikmat pakai sayur daun ubi tumbuk *nyam*

Oke selamat mencoba. Untuk mempercepat waktu memasak, sedikit tips dari saya, sediakan food processor yang bisa menghaluskan bumbu dasar sekaligus banyak, simpan dikulkas (bekukan dalam plastik-plastik kira-kira sesuai kebutuhan).

Cara lain kalau Anda malas menggiling bumbu, bawang putih, bawang merah dan cabe merahnya bisa diiris tipis. Lalu tumis seperti menumis sambal. Masukkan tomat sebelum daun bawang. Dan masukkan ikan teri dan kacang terakhir.

Tambahan tips untuk membuat ikan teri kacang yang kering: jika Anda ingin ikan teri kacang yang tahan lama, jangan gunakan tomat dalam sambalnya.Ikan teri dan kacang dicampur setelah sambalnya agak dingin.

Harap maklum kalau saya jarang posting resep, namanya juga masakan pemalas. Selain ga terlalu sering masak, saya juga agak malas buat posting, kadang-kadang lupa hehehe. Tapi walaupun begitu, sesekali kita pasti masuk dapur juga kan. Selamat memasak buat Anda yang malas maupun yang rajin hehehe.

Arsik Ikan

Close Up ArsikHoreee akhirnya belajar masak arsik ikan juga. Aslinya sih kalau di Medan yang diarsik itu ikan mas, tapi berhubung di sini ga tau kemana mencari ikan mas, maka yang di masak ya ikan nile tilapia (entah nama Indonesianya apa). Rasanya sih mirip2 aja dengan ikan mas, malah lebih enak karena ga banyak durinya.

Oke untuk bumbu dan bagaimana caranya bisa dibaca di deskripsi foto yang saya upload ya. Uhm, mungkin kategori masakan ini buat saya bukan untuk dimasak dikala malas. Tapiii semalas-malasnya dan se gak bisanya saya masak, tetep aja kan saya harus ada improvement setelah sekian lama berkali-kali harus ke dapur.

Oke langung aja yuk.

Ikan 1 ekorAndalimanBumbu dihaluskanBumbu di keprokSayuranBumbu yang dikeprokBumbu dihaluskanAsam gelugurSusun semua dalam panciSiap di masakMasukkan kacang panjangSiap untuk disantap

Masaknya sih gampang, tapi abis masaknya itu loooh cuciannya lumayan. Oh ya waktu memasaknya bervariasi, tapi ga bisa dibilang cepat juga sih.

Ayam Gulai Instan

Instant inggredientsPulang jalan-jalan dari Doi Pui buat liat bunga Sakura Thailand, kami mampir belanja di Rimping. Ga sengaja nemu bumbu instant yellow curry. Langsung terpikir apakah yellow curry sama dengan gulai ayam? selama ini di Chiang mai belum pernah sih nemu gulai/kari ayam yang rasanya sama dengan lidah Indonesia.

Iseng-iseng beli deh bumbunya, tentu saja tak lupa beli santan instan dan ayam bagian sayap (beli ayam utuh rasanya repot motongnya).

A little bit closer Stir well

Untuk meyakinkan rasanya cukup sedap, saya bereksperimen sendiri dan tidak terlalu patuh dengan petunjuk yang ada di kemasan bumbu instan. Petunjuknya membutuhkan santan sekitar 500 ml untuk 250 gram ayam (saya beli cuma 1 kotak 250 ml dan ayamnya sekitar 320 gram).

Sebelum menggunakan bumbu instan saya iris beberapa bawang putih, bawang merah dan bawang bombay (yang ada di dapur saja). Tumis bawang-bawang tersebut, lalu tumis juga bersama bumbu instannya, tak lama kemudian langsung masukkan setengah kotak santan. Aduk sampai rata, lalu masukkan ayam yang sudah di cuci bersih tentunya. Setelah agak mendidih masukkan lagi sisa setengah kotak santan dan air kira-kira 250 ml lagi (karena saya pakai gelas ukur sekitar 2 cup).

Done in about 20 minutes

Aduk-aduk tiap beberapa saat, cek apakah dagingnya sudah cukup matang dan pastinya kuahnya semakin berkurang. Sekitar 20 menit sejak menumis gulai ayam pun terhidang. Aromanya sih sama  dengan gulai ayam cita rasa Indonesia.

So happy, si pemalas bisa masak gulai ayam. Ya sebenernya siiih, bumbu gulai ayam itu sangat mudah apalagi dengan adanya food processor, tapi kan males harus kupas-kupas cuci-cuci dan ini dan itu. Tapi ada niatan sih bikin gulai from the scracth. Ntar…tunggu datang angin rajin hehehe. Hahah gitu mulu ya ngomongnya, perasaaan dah 2 kali masak gulai pasti deh pake bumbu instan. Kalau mau liat yang lalu ada di sini dan di sini

 

Masak Pizza tanpa Oven

Making Pizza

 

 

 

 

 

 

 

 

Kemarin teman saya memberi tahu kalau untuk membuat pizza tidak harus menggunakan oven. Sepertinya cocok untuk dicoba di dapur pemalas. Resepnya saya ambil dari blog temen saya. Dan sebenarnya resepnya sama saja dengan resep untuk di masak di oven.

Berbeda dengan resep pizza yang saya temui, ragi instan tidak perlu di seduh air panas terlebih dahulu, dan resep ini juga menggunakan air dingin. Seperti halnya dengan resep donat ataupun roti goreng, kita bisa mengadon sekaligus 1 kg tepung, lalu memecah-mecah menjadi beberapa bagian dan disimpan dalam freezer setelah kita bungkus dengan plastik cling wrap.

Bahan Roti:

  1. 1 kg terigu protein tinggi
  2. 1 sachet ragi (fermipan)
  3. 1/2 sdm garam
  4. 1 sdm gula pasir
  5. 6 sdm minyak sayur
  6. 500ml air dingin

Bahan Topping:

  1. 1 siung bawang bombay
  2. 1 siung bawang putih
  3. Sosis ayam/sapi/ keduanya
  4. Jamur
  5. Daging cincang
  6. Mozzarella
  7. Saus tomat

Beberapa hal yang perlu di perhatikan adalah:

  • toping bebas sesuai selera dan tumis terlebih dahulu, toping saya isinya sosis, cornet dan ham di tumis dengan bawang putih dan bawang bombay serta paprika hijau
  • keju tidak harus mozarella, saya menggunakan keju kraft yang di parut
  • susunan toping: keju – saus tomat – tumisan toping – keju
  • gunakan api kecil dan tutup pan selama memasak

Kita bisa menumis toping sekaligus lalu disimpan di kulkas sehingga keesokan harinya tinggal "memanggang" saja.

Berikut ini beberapa foto yang lebih menggambarkan prosesnya.

1. Campurkan bahanMaking Pizza 2. Tambahkan air sedikit sedikitMaking Pizza
3. Uleni sampai kalis, sisihkanMaking Pizza 4. Parut kejuMaking Pizza
5. Taruh di pan, api kecil, tutupMaking Pizza 5. Siap sajiMaking Pizza

Buat saya sendiri, memasak pizza ini tidak terlalu mudah, karena saya hanya punya 1 tempat masak. Pan yang sama saya gunakan untuk menumis dan ‘memanggang’, sehingga saya harus mencuci pan sebelum menggunakannya. Tetapi sekali bahan dasar dan toping sudah tersedia di kulkas, keesokan harinya kita bisa tinggal menyusun dan memasak dan siap menikmati.

Selamat mencoba πŸ˜‰

 

Aneka Roti Goreng Isi

Awalnya rencananya weekend ini mau bikin martabak telur, udah ada resep, udah beli daging giling, tapi ternyata bahan-bahan lainnya masih kurang lengkap, terus kok ya malas belanja lagi yah.

Kebetulan kemarin sewaktu belanja menemukan tepung terigu protein tinggi. Maka…tergeraklah untuk bereksperimen membuat donat dengan terigu protein tinggi. Pengen tau apa sih bedanya pake tepung ini dibanding tepung biasa. Dan ternyata rasanya memang lebih empuk dengan tepung protein tinggi (baru tau ada banyak jenis tepung nih). Oh ya resep yang digunakan masih sama dengan resep donat kemarin yang diambil dari blog temen gue minus kentang tentunya.

rotigoreng1
sebelum digoreng
rotigoreng2
sesudah digoreng

Waktu mulai membuat, terpikir untuk mempraktekkan tips menyimpan adonan donat ke dalam freezer. Katanya supaya kita ga harus selalu mulai dari awal atau kita ga harus makan donat kebanyakan, kita bisa simpan adonan donat ke dalam freezer.

Caranya, bungkus saja adonan yang belum mengembang dengan plastik tipis pembungkus itu atau yang dikenal dengan nama cling wrap. Untuk memudahkan, sebaiknya adonan dibagi beberapa bagian sesuai dengan kemampuan Anda menghabiskan donat sebanyak apa :).

Untuk menggunakan kembali adonan donatnya, kita keluarkan dari freezer, biarkan dulu di udara terbuka untuk beberapa saat sampai adonan tidak dingin lagi (tapi jangan dipanasin loh). Biarkan saja bersama dengan plastiknya. Kalau kata temen saya sih, jangan sampe adonannya basah.

Kemarin saya menggunakan adoanan 500 gr tepung, lalu di bagi 4, 1 bagian langsung di masak, 3 bagian disimpan di kulkas. Kemarin saya bikin donat biasa, lalu bikin roti goreng isi kismis dan keju, rasanya ga kalah dengan roti yang dibakar menggunakan oven.

rotigorengisidagingDan hari ini, karena suami selalu prefer cemilan asin daripada manis, maka daging giling saya tumis dengan sedikit bawang merah, bawang putih, merica, garam dan cabe. Ditumisnya menggunakan margarine, biar rasanya lebih sedaaap. Dan tumisan daging itu dijadikan isi roti goreng.

Ah senang juga menemukan tips menyimpan adonan donat di freezer itu, jadinya saya bisa membuat langsung adonan donat cukup banyak, lalu di bagi-bagi beberapa bagian, dan bisa membuat roti goreng kapan saja kalau lagi "iseng" hehe.

Oh iya, sudah terpikir, kalau tidak ada daging giling dirumah, bisa juga menggunakan daging cornet di blender atau kalau mau dicampur kentang atau wortel yang dipotong dadu kecil-kecil juga bisa. Bedanya dengan martabak telur apa dong? ya beda kulitnya yang jelas. Ah ada ide lagi, isi sosis juga bisa. Nyam nyam..