Bayam Keju Panggang dan Nasi Bayam Panggang

Beberapa waktu lalu saya dan Joe makan di sebuah restoran pizza tapi kami tidak memilih menu pizza. Kami tertarik dengan satu menu unik: bayam panggang!. Jadi intinya bayam dikasih keju dan sedikit daging cincang di panggang. Setelah pulang dari situ, Joe meminta saya untuk membuat bayam panggang versi saya sendiri.

20100813-IMG_0020Akhirnya saya mencoba bereksperimen. Intinya sih semua tergantung selera saja untuk takarannya. Bahkan bayam bisa diganti dengan brokoli dan atau ditambah nasi dan atau makaroni/pasta.20100813-IMG_0007

Berikut ini bahan-bahan dasarnya:

  • Telur 2 butir (bisa juga 1 butir)
  • Butter unsalted seperlima batang
  • tepung 2 sendok
  • keju parut (saya pakai kraft) secukupnya dan sesuai selera
  • garam sedikit — ga pakai juga nanti asinnya sudah ada dari keju
  • daging lembaran atau sosis plus ikan kaleng — apa aja deh sesuai selera
  • bayam atau brokoli
  • nasi atau pasta
  • susu uht plain 250 ml

Bahan-bahan ini bisa untuk 2 loyang ukuran 175mm X 130 mm x 35 mm

Pada dasarnya cara membuatnya adalah: campurkan semua bahan :)). Tapi ada yang perlu diingat, butter harus dicairkan dulu. Ini sengaja saya foto butter yang akan saya pakai kira-kira segini:

20100813-IMG_0008

Berikutnya masukkan daging dan ikan yang sudah dipotong-potong ke dalam butter yang sudah cair (apinya jangan besar yah, kecil ajaaa). Masukkan susu dan juga sedikit keju parut, lalu tepung. Aduk semuanya sampai rata (sebentar saja). Di tempat terpisah telur di aduk dulu (jangan langsung masukkan ke butter yang panas).

20100813-IMG_0009

Matikan api, masukkan telur yang sudah diaduk rata  ke dalam campuran bahan yang ada, lalu terakhir masukkan bayam yang sudah diiris. Sekarang adonan siap dimasukkan loyang.

20100813-IMG_0010

Masukkan adonan bayam ke dalam loyang, taburkan keju diatasnya sesuai selera. Untuk yang nasi, masukkan nasi terlebih dahulu, lalu adonan bayam dan terakhir beri saos prego diatasnya.

Panaskan oven 220 derajat celcius, api atas dan bawah. Lalu masukkan loyang ini ke dalam oven, panggang selama 20 menit.

20100813-IMG_0011

Berikut ini kira-kira penampakan 20 menit kemudian. Keju parutnya sudah berwarna kuning keemasan, dan adonan tidak terlihat mendidih lagi.

20100813-IMG_0014

Siap dihidangkan untuk cemilan ataupun sarapan pagi πŸ˜€

20100813-IMG_0022

Makanan begini juga bisa buat bekal piknik, semua sesuai selera kita saja. Yang jelas sudah ada nasi, ada sayur ada dagingnya juga yang banyaknya pun sesuai selera kita. Yang jelas, isinya bisa divariasikan apa aja deh yg ada di kulkas kita, dan masaknya ga perlu ditungguin, tinggal masukin oven dan 20 menit kemudian voila…kita bisa menikmatinya πŸ˜€

Variasi muffin oatmeal raisins

Udah lama ga update laporan belajar bakingnya. Beberapa percobaan kemarin gagal, udah nyoba masak butter cake tapi entah kenapa masaknya ga rata, bagian tengahnya ada yg ga mateng :(, jadi ga bisa diceritain banyak. Paling kalau udah coba dan berhasil nanti diceritakan disini.

Nah cerita bikin muffin aja deh. Beberapa waktu lalu beli loyang muffin yang isi 12, alasannya sih biar muffinnya ga gede banget sekali makan. Tapi loyang muffin isi 12 ini bahannya alumunium, ya udah deh sekalian beli kertas muffinnya, soalnya males oles2 mentega ke loyang. Percobaan pertama pake loyang isi 12 ini gagal :(, ternyata muffin tanpa isi itu kurang sip rasanya. Waktu itu sangkin semangatnya masak, kelupaan masukin kismis :(, alhasil muffinnya sih jadi, tapi ya karena rasanya ga menyelerakan :(.

Beberapa waktu sempat berenti dulu bikin muffin, kehilangan rasa percaya diri baking, apalagi setelah kegagaln baking muffin ini disusul dengan gosongnya cookies betty crocker rasa coklat chips dan kegagalan si butter cake tadi. Sampai akhirnya kemarin siang kepikiran buat coba lagi.

Setelah intro yang panjang ini, baru deh masuk ke cerita yang dinanti-nanti variasi resep muffin oatmeal kismisnya adalah sebagai berikut. Resep utama dan cara membuat tetap sama.

Variasi I:

  • susu digantikan dengan susu yoghurt rasa buah 1 cup (ini bukan yoghurtnya loh tapi susu rasa yoghurt). Rasanya jadi lebih aroma buah aja.

Variasi II:

  • minyak goreng digantikan dengan olive oil 1/3 cup
  • susu digantikan dengan 2 sendok makan susu kental manis + teh hijau original (teh hijau buat ngelarutin susunya sehingga hasilnya 1 cup).
  • untuk memasaknya panaskan oven 170  derajat celcius, lalu di masak sekitar 15 menit.

Oh ya resep untuk 6 muffin besar itu bisa dipakai untuk 12 muffin sedang. Jadi dengan resep yang sama, tinggal pilih aja mau bikin banyak atau besar. Tergantung tingkat laparnya kali ya hehehe. Memasak di loyang alumunium ini saya gunakan kertas muffin, tapi karena saya beli kertas muffinnya terlalu tinggi di banding muffinnya, jadinya bentuk muffinnya ga keluar dari cetakan deh. Terus untuk resep variasi ke-2, sepertinya masi bisa dikurangi lagi olive oilnya. Nanti kalau saya bikin lagi akan saya coba mengurangi dan ceritakan berhasil tidaknya.

Ide menggantikan minyak goreng biasa dengan olive oil datang dari hasil browsing di mana orang-orang banyak yang bilang kalau pakai olive oil hasilnya lebih β€œsehat”. Memang sih harga olive oil agak lebih mahal di banding minyak biasa, tapi bisa cari olive oil yg kualitas nomor 2 kok. Toh katanya beli olive oil yang mahal atau yang murah sih bakal sama aja kegunaanya. Saya beli yang ga mahal-mahal banget.

Foto muffin yang ukuran sedang belum ada, kalau sudah rajin memfoto akan saya susulkan kemudian. Basically sih sama aja warna luarnya dengan muffin sebelumnya, beda ukuran dan rasanya (yang mana ga bisa di share dalam bentuk foto hehe).

Oke deh, selamat mencoba berbagai variasi muffin. Saya sendiri masih doyan dengan bahan dasar oatmeal dan kismis πŸ˜€

Masak Pizza tanpa Oven

Making Pizza

 

 

 

 

 

 

 

 

Kemarin teman saya memberi tahu kalau untuk membuat pizza tidak harus menggunakan oven. Sepertinya cocok untuk dicoba di dapur pemalas. Resepnya saya ambil dari blog temen saya. Dan sebenarnya resepnya sama saja dengan resep untuk di masak di oven.

Berbeda dengan resep pizza yang saya temui, ragi instan tidak perlu di seduh air panas terlebih dahulu, dan resep ini juga menggunakan air dingin. Seperti halnya dengan resep donat ataupun roti goreng, kita bisa mengadon sekaligus 1 kg tepung, lalu memecah-mecah menjadi beberapa bagian dan disimpan dalam freezer setelah kita bungkus dengan plastik cling wrap.

Bahan Roti:

  1. 1 kg terigu protein tinggi
  2. 1 sachet ragi (fermipan)
  3. 1/2 sdm garam
  4. 1 sdm gula pasir
  5. 6 sdm minyak sayur
  6. 500ml air dingin

Bahan Topping:

  1. 1 siung bawang bombay
  2. 1 siung bawang putih
  3. Sosis ayam/sapi/ keduanya
  4. Jamur
  5. Daging cincang
  6. Mozzarella
  7. Saus tomat

Beberapa hal yang perlu di perhatikan adalah:

  • toping bebas sesuai selera dan tumis terlebih dahulu, toping saya isinya sosis, cornet dan ham di tumis dengan bawang putih dan bawang bombay serta paprika hijau
  • keju tidak harus mozarella, saya menggunakan keju kraft yang di parut
  • susunan toping: keju – saus tomat – tumisan toping – keju
  • gunakan api kecil dan tutup pan selama memasak

Kita bisa menumis toping sekaligus lalu disimpan di kulkas sehingga keesokan harinya tinggal "memanggang" saja.

Berikut ini beberapa foto yang lebih menggambarkan prosesnya.

1. Campurkan bahanMaking Pizza 2. Tambahkan air sedikit sedikitMaking Pizza
3. Uleni sampai kalis, sisihkanMaking Pizza 4. Parut kejuMaking Pizza
5. Taruh di pan, api kecil, tutupMaking Pizza 5. Siap sajiMaking Pizza

Buat saya sendiri, memasak pizza ini tidak terlalu mudah, karena saya hanya punya 1 tempat masak. Pan yang sama saya gunakan untuk menumis dan ‘memanggang’, sehingga saya harus mencuci pan sebelum menggunakannya. Tetapi sekali bahan dasar dan toping sudah tersedia di kulkas, keesokan harinya kita bisa tinggal menyusun dan memasak dan siap menikmati.

Selamat mencoba πŸ˜‰

 

Belanja di Pasar Tradisional

Dulu… selain malas memasak, saya juga malas berbelanja ke pasar. Sebenarnya saya malas berangkat ke pasarnya, kalau sudah sampai di pasar, saya bisa berlama-lama melihat hal-hal yang ada di pasar. Awal tinggal di Chiang Mai, saya beberapa kali mengunjungi pasar tradisional yang cukup dekat dari tempat tinggal kami. Setelah sekian lama, akhirnya saya kembali mengunjungi pasar tradisional. Rasanya setelah sekian lama berbelanja di supermarket, dan kembali lagi berbelanja di pasar, saya merasa takjub dengan perbedaan harga yang sangat signifikan. Harga di pasar tradisional bisa sepertiga dari harga supermarket, kesegarannya juga banyak lebih baik di pasar daripada di supermarket.

Ada banyak jenis sayuran yang terlihat lebih segar di supermarket padahal mungkin sudah berhari-hari dipajang di sana. Ada juga jenis sayuran yang memang lebih baik beli di Supermarket. Tapi untuk bumbu dapur seperti bawang putih, bawang merah, jahe, daun bawang, sereh, jahe bahkan tomat memang lebih murah kalau belanja di pasar tradisional. Sayuran yang sudah lama tidak saya beli seperti kangkung, bayam dan tauge juga jelas lebih segar (dan jauh lebih murah) beli di pasar tradisional dibandingkan beli di supermarket.

Oh ya, godaan yang sangat besar berbelanja di pasar tradisional sudah jelas: jajanan pasar, apalagi jajanan pasarnya mengingatkan pada jajanan pasar di Indonesia. Well, sekarang saya sangat menikmati berbelanja di pasar tradisional. Oh ya, keuntungan ekstra buat saya yang tidak tinggal di Indonesia adalah saya bisa mempraktikkan bahasa Thai yang sudah saya pelajari. Wah maaf jadi ngelantur.

Anyway, kalau saya malas memasak di pasar tradisional juga tersedia makanan yang sudah dimasak siap dihidangkan (tapi saya belum pernah beli sih disini). Tips untuk menghemat pengeluaran dan mendapatkan sayuran segar adalah kita harus memilih mana yang sebaiknya beli di pasar tradisional dan mana yang dibeli di supermarket. Bisa aja sih beli semua disupermarket (seperti yang selama ini saya lakukan), tapi sejak saya tahu berapa banyak yang bisa saya tabung dari perbedaan harga yang signifikan, saya bertekat untuk mengurangi belanja di supermarket dan lebih rajin ke pasar tradisional :). Kalaupun sibuk ini dan itu di hari kerja, kan selalu ada weekend untuk berbelanja. Oh ya coba kalau belanjanya weekend, pergi berbelanja dengan suami, pasti jadi lebih menyenangkan. Kita jadi ada yang bantuin bawa belanjaan sekaligus anggap saja rekreasi.