Muffin oatmeal banana

image

Ceritanya udah lama banget ga masak pake oven, trus pagi ini awalnya mau bikin banana bread tapi kok ya rasanya pengen oatmeal juga. Jadilah saya mengarang bebas bikin versi muffin berdasar stock yang ada dan harap harap cemas bakal jadi ga ya.

Karena hasilnya cukup sukses dan cocok dengan selera saya, supaya ga lupa mau ditulis aja di sini.

Bahan bahan :

2 butir telur
1 cup susu segar
1/2 cup olive oil
2 cup oatmeal instan
1 cup tepung terigu
1/3 cup brown sugar
1/4 cup kismis
1/4 cup chocolate chips
1/2 tsp garam
1 tsp soda kue (bikarbonas)
1 buah pisang

Sekilas keliatan banyak ya bahannya, tapi sebenernya kismis san chocolate chips opsional, bisa pilih salah satu tapi saya kebetulan lagi pengen keduanya hehe. Pisang juga boleh ditambah kalau kepengen.

Cara membuat mirip dengan membuat oatmeal muffin. Seperti biasa oatmeal di rendam dulu dengan olive oil dan susu segar. Lalu di mangkuk terpisah pisang dihancurkan menggunakan garpu. Tambahkan telur ke dalam pisang yang sudah lumat. Aduk telur supaya kuningΒ  telur dan putihnya merata (saya pakai garpu saja seperti biasa). Berikutnya masukkan bikarbonas, garam, brown sugar, chocochips dan kismis. Aduk supaya merata. Lalu masukkan oatmeal yg sudah di rendam ke salam adonan. Aduk rata dan tambahkan 1 cup terigu ke dalam adonan. Setelah adonan rata siap di masukkan ke loyang muffin. Saya pakai loyang muffin isi 6 dan ternyata adonan kelebihan dan jadi 8 buah muffin. Kalau pakai loyang 12 muffin kemungkinan bakal pas.

Panggang dengan suhu 175 derajat celcius sekitar 20 menit. Pastikan kematangan dengan test tusuk gigi.

Done siap disantap.

image

Chocolate Oatmeal Muffin

Ceritanya kemarin baru menyadari udah lamaaaa banget ga masak muffin, selain itu oatmeal instan udah mau kadaluarsa padahal masih banyak. Akhirnya coba-coba lagi deh bikin muffin. Kali ini coba bikin muffin tanpa tepung terigu, jadi sepenuhnya pake oatmeal saja (kan biar cepet habis). Rasanya ternyata enak dan lebih mengenyangkan klo buat cemilan sehat :D. Resep muffin kali ini dimodifikasi abis-abisan dari resep muffin sebelumnya dengan mengganti takaran dan bahan. Ini pertama kalinya nekat bikin resep sendiri dan hasilnya ternyata sukses (menurut yang bikin dan yang makan hehehe). Tapi muffin ini gampang banget emang bikinnya.

Berikut ini bahan-bahannya:

bahan-bahan

  • 2 cup oatmeal quaker instant
  • 1 kotak UHT coklat 180 ml
  • 1 butir telur
  • 1/2 cup minyak goreng (kalau pake olive oil atau sunflower oil lebih baik)
  • 1/2 cup brown sugar
  • 1/2 teaspoon garam
  • 1/2 teaspoon baking powder
  • 1/2 teaspoon baking soda
  • 1/2 cup air
  • 1/3 cup semi sweet chocolate chips atau bisa juga digantikan dengan kismis

Takaran bahan di atas masih bisa diubah, hasil muffin yang saya buat lebih seperti cake yang lembut, rasanya takran minyak goreng masih bisa dikurangi. Kala saya sudah eksperimen lagi nanti saya update. Kalau tidak suka manis bisa dikurangi juga  takaran brown sugarnya dan juga bisa ganti chocochipsnya dengan kismis.

Oke langsung saja cara membuatnya. Cara membuatnya mirip dengan versi muffin sebelumnya, tapi kali ini ada fotonya biar jelas πŸ˜€

Langkah 1. Rendam oatmeal dengan susu coklat dan air. Sisihkan sebentar

langkah 1

Langkah 2. Pecahkan telur dan minyak goreng, lalu aduk sampai kira-kira rata. (langkah 2

Langkah 3. Adonan akan seperti ini. Saya tidak menggunakan mixer, jadi cukup di aduk sebentar saja.langkah 3

Langkah 4. Tambahkan brown sugar ke dalam adonan dan aduk ratalangkah 4

Langkah 5. Masukkan baking powder, baking soda dan garam, lalu aduk sebentarlangkah 5

Langkah 6. Campurkan rendaman oatmealdari langkah 1 ke dalam adonanlangkah 6

Langkah 7. Aduk perlahan lalu campurkan chocolate chips dan aduk rata.langkah 7

Langkah 8. Panaskan oven 180 derajat celcius sementara anda menuang adonan ke dalam loyang yang sudah dialasi kertas. Panggang selama 20 menit atau cek dengan menggunakan tusuk gigi, jika saat tusuk gigi diangkat terlihat tidak ada yang lengket artinya muffin sudah matang.langkah 8

Langkah 9. Setelah oven mati, biarkan muffin sekitar 5 menit di dalam oven lalu dinginkan dengan wire racklangkah 9

Total pembuatan sampai menunggu bisa di makan sekitar 45 menit (udah termasuk cuci piring tuh pas nungguin muffinnya mateng hehehe). Selamat menikmati muffin :).

Bayam Keju Panggang dan Nasi Bayam Panggang

Beberapa waktu lalu saya dan Joe makan di sebuah restoran pizza tapi kami tidak memilih menu pizza. Kami tertarik dengan satu menu unik: bayam panggang!. Jadi intinya bayam dikasih keju dan sedikit daging cincang di panggang. Setelah pulang dari situ, Joe meminta saya untuk membuat bayam panggang versi saya sendiri.

20100813-IMG_0020Akhirnya saya mencoba bereksperimen. Intinya sih semua tergantung selera saja untuk takarannya. Bahkan bayam bisa diganti dengan brokoli dan atau ditambah nasi dan atau makaroni/pasta.20100813-IMG_0007

Berikut ini bahan-bahan dasarnya:

  • Telur 2 butir (bisa juga 1 butir)
  • Butter unsalted seperlima batang
  • tepung 2 sendok
  • keju parut (saya pakai kraft) secukupnya dan sesuai selera
  • garam sedikit — ga pakai juga nanti asinnya sudah ada dari keju
  • daging lembaran atau sosis plus ikan kaleng — apa aja deh sesuai selera
  • bayam atau brokoli
  • nasi atau pasta
  • susu uht plain 250 ml

Bahan-bahan ini bisa untuk 2 loyang ukuran 175mm X 130 mm x 35 mm

Pada dasarnya cara membuatnya adalah: campurkan semua bahan :)). Tapi ada yang perlu diingat, butter harus dicairkan dulu. Ini sengaja saya foto butter yang akan saya pakai kira-kira segini:

20100813-IMG_0008

Berikutnya masukkan daging dan ikan yang sudah dipotong-potong ke dalam butter yang sudah cair (apinya jangan besar yah, kecil ajaaa). Masukkan susu dan juga sedikit keju parut, lalu tepung. Aduk semuanya sampai rata (sebentar saja). Di tempat terpisah telur di aduk dulu (jangan langsung masukkan ke butter yang panas).

20100813-IMG_0009

Matikan api, masukkan telur yang sudah diaduk rata  ke dalam campuran bahan yang ada, lalu terakhir masukkan bayam yang sudah diiris. Sekarang adonan siap dimasukkan loyang.

20100813-IMG_0010

Masukkan adonan bayam ke dalam loyang, taburkan keju diatasnya sesuai selera. Untuk yang nasi, masukkan nasi terlebih dahulu, lalu adonan bayam dan terakhir beri saos prego diatasnya.

Panaskan oven 220 derajat celcius, api atas dan bawah. Lalu masukkan loyang ini ke dalam oven, panggang selama 20 menit.

20100813-IMG_0011

Berikut ini kira-kira penampakan 20 menit kemudian. Keju parutnya sudah berwarna kuning keemasan, dan adonan tidak terlihat mendidih lagi.

20100813-IMG_0014

Siap dihidangkan untuk cemilan ataupun sarapan pagi πŸ˜€

20100813-IMG_0022

Makanan begini juga bisa buat bekal piknik, semua sesuai selera kita saja. Yang jelas sudah ada nasi, ada sayur ada dagingnya juga yang banyaknya pun sesuai selera kita. Yang jelas, isinya bisa divariasikan apa aja deh yg ada di kulkas kita, dan masaknya ga perlu ditungguin, tinggal masukin oven dan 20 menit kemudian voila…kita bisa menikmatinya πŸ˜€

Soto Ayam ala Pakde

Beberapa waktu lalu, Joe pulang ke Jakarta dan berhasil mendapatkan resep soto dari Pakde Meruya yang jualan soto. Berhubung di Chiang Mai ga ada yang jualan soto ya udah deh kita meminta resepnya buat dipraktekin disini. Basically pakde cuma ngasih tau bumbunya aja tanpa takaran, naah karena saya pun udah mulai terbiasa masak (setelah kursus singkat beberapa waktu lalu dengan mama saya), akhirnya bisa juga nakar bumbu yg judulnya secukupnya atau sesuai selera.soto-sop in one

Setelah browsing karena ga pede dengan nama bumbunya saja, akhirnya saya nekat bereksperimen dan menambahkan beberapa hal kedalamnya. Oke berikut ini bumbu dan bahan yang dibutuhkan. Soto yang saya buat ini jenisnya soto sop, karena rasa malas memisahkan soto dan isinya hehhee maka isinya saya bikin isi sayuran sop juga.

Bahan:

    • Ayam 1/2 kg – potong-potong sesuai selera
    • Kentang potong-potong sesuai selera
    • Wortel potong potong sesuai selera
    • Tomat iris

Bumbu:

    • Bawang putih 4 siung diiris – lalu digoreng sebentaaaar saja, kalau terlalu lama nanti sotonya jadi hitam
    • Jahe 1 cm
    • Kunyit 1 cm
    • Kemiri 3 butir
    • Sereh 1 batang – keprok
    • Lengkuas 1 cm
    • Kaldu ayam 1 block (opsional)
    • daun jeruk iris
    • garam secukupnya

Bumbu tabur:

    • Daun seledri iris
    • daun bawang iris
    • bawang merah iris lalu digoreng
    • jeruk nipis

Cara memasak:

    1. Rebus ayam yang sudah dibersihkan dalam air sampai kaldunya keluar (seperti masak sup aja).
    2. Haluskan bawang putih goreng + kemiri + jahe + kunyit – saya sih pake blender dikasih air biar cepet hihihi
    3. Masukkan bumbu yang sudah dihaluskan ke dalam rebusan ayam (kalau ayam mau terpisah disuir, ya ayamnya diangkat lalu disisihkan, kuahnya saja yang akan diteruskan dimasak.
    4. Masukkan lengkuas, sereh, daun jeruk dan kaldu ayam.
    5. Setelah mendidih masukkan kentang dan wortel sampai kentang dan wortel cukup lunak
    6. Masukkan garam dan cicipi apakah rasanya sudah sesuai selera.

Saran penyajian:

Biasanya soto disajikan bersama mie soun dan aneka isi lainnya. Nah berhubung saya lagi malas, saya cuma memasukkan tomat iris dan menuangkan soto-sop yang sudah masak ke dalam mangkok. Lalu taburi dengan daun seledri dan daun bawang yang sudah dipersiapkan sebelumnya dan kasih perasan jeruk nipis sedikit. Lalu hidangkan deh.

Memasak soto ini sepertinya banyak bumbu dan langkah, tapi sebenernya gampang kok, segampang masak sup hehehe, apalagi kalau modelnya ga pake macem-macem isi soto seperti di warung soto pada umumnya :D, tadi saya masaknya di dapur less than 1 hour (somehow iris mengiris masih belum cekatan sayanya, dan merebus ayamnya ya seperti masak sop juga kan butuh waktu).

Oh iya hampir kelupaan, soto ayam ini akan lebih sedap dihidangkan dengan sambal sotonya. Cara bikin sambal sotonya gampang:

Rebus cabe rawit sebentar, lalu ulek sambil tambahkan kuah sotonya ke dalam ulekan. Sajikan deh sotonya bersama sambal rawitnya. Pedasnya dijamin deh bikin lidah ga bisa berhenti bergetar  hahahahaaha.

Selamat menikmati πŸ˜€

Variasi muffin oatmeal raisins

Udah lama ga update laporan belajar bakingnya. Beberapa percobaan kemarin gagal, udah nyoba masak butter cake tapi entah kenapa masaknya ga rata, bagian tengahnya ada yg ga mateng :(, jadi ga bisa diceritain banyak. Paling kalau udah coba dan berhasil nanti diceritakan disini.

Nah cerita bikin muffin aja deh. Beberapa waktu lalu beli loyang muffin yang isi 12, alasannya sih biar muffinnya ga gede banget sekali makan. Tapi loyang muffin isi 12 ini bahannya alumunium, ya udah deh sekalian beli kertas muffinnya, soalnya males oles2 mentega ke loyang. Percobaan pertama pake loyang isi 12 ini gagal :(, ternyata muffin tanpa isi itu kurang sip rasanya. Waktu itu sangkin semangatnya masak, kelupaan masukin kismis :(, alhasil muffinnya sih jadi, tapi ya karena rasanya ga menyelerakan :(.

Beberapa waktu sempat berenti dulu bikin muffin, kehilangan rasa percaya diri baking, apalagi setelah kegagaln baking muffin ini disusul dengan gosongnya cookies betty crocker rasa coklat chips dan kegagalan si butter cake tadi. Sampai akhirnya kemarin siang kepikiran buat coba lagi.

Setelah intro yang panjang ini, baru deh masuk ke cerita yang dinanti-nanti variasi resep muffin oatmeal kismisnya adalah sebagai berikut. Resep utama dan cara membuat tetap sama.

Variasi I:

  • susu digantikan dengan susu yoghurt rasa buah 1 cup (ini bukan yoghurtnya loh tapi susu rasa yoghurt). Rasanya jadi lebih aroma buah aja.

Variasi II:

  • minyak goreng digantikan dengan olive oil 1/3 cup
  • susu digantikan dengan 2 sendok makan susu kental manis + teh hijau original (teh hijau buat ngelarutin susunya sehingga hasilnya 1 cup).
  • untuk memasaknya panaskan oven 170  derajat celcius, lalu di masak sekitar 15 menit.

Oh ya resep untuk 6 muffin besar itu bisa dipakai untuk 12 muffin sedang. Jadi dengan resep yang sama, tinggal pilih aja mau bikin banyak atau besar. Tergantung tingkat laparnya kali ya hehehe. Memasak di loyang alumunium ini saya gunakan kertas muffin, tapi karena saya beli kertas muffinnya terlalu tinggi di banding muffinnya, jadinya bentuk muffinnya ga keluar dari cetakan deh. Terus untuk resep variasi ke-2, sepertinya masi bisa dikurangi lagi olive oilnya. Nanti kalau saya bikin lagi akan saya coba mengurangi dan ceritakan berhasil tidaknya.

Ide menggantikan minyak goreng biasa dengan olive oil datang dari hasil browsing di mana orang-orang banyak yang bilang kalau pakai olive oil hasilnya lebih β€œsehat”. Memang sih harga olive oil agak lebih mahal di banding minyak biasa, tapi bisa cari olive oil yg kualitas nomor 2 kok. Toh katanya beli olive oil yang mahal atau yang murah sih bakal sama aja kegunaanya. Saya beli yang ga mahal-mahal banget.

Foto muffin yang ukuran sedang belum ada, kalau sudah rajin memfoto akan saya susulkan kemudian. Basically sih sama aja warna luarnya dengan muffin sebelumnya, beda ukuran dan rasanya (yang mana ga bisa di share dalam bentuk foto hehe).

Oke deh, selamat mencoba berbagai variasi muffin. Saya sendiri masih doyan dengan bahan dasar oatmeal dan kismis πŸ˜€

Oatmeal raisins cookies

Setelah beberapa kali membuat muffin dengan oatmeal dan raisins, tadinya pingin coba bikin brownies. Coklat bubuk udah di beli tapi rasanya kok lebih tertarik bikin cookies pake oatmeal dan kismis yang tak kunjung habis ya.

Kebanyakan resep cookies menyarankan menggunakan oatmeal versi di masak bukan instan oatmeal seperti yang saya punya. Akhirnya dapat juga resep yang menyarankan menggunakan oatmeal instan di sini. Ini penampakan hasil yang saya buat.

raisins oatmeal cookies

Dari review yang ada, resepnya dinyatakan terlalu gampang gosong dan terlalu lumer, dalam hati udah berniat nambahin tepung sedikit dari yang disarankan. Tau-tau pas ngukur susu, salah pake gelas ukur, diminta setengah cup eh tau2 udah nuang pake  yang 1 cup :P. Akhirnya terusin aja deh nambah tepungnya 1/2 cup dari yang disarankan.

Oh ya kemaren dari hasil browsing menemukan fakta bahwa brown sugar itu berbeda dengan palm sugar. Tapi di rumah adanya palm sugar, jadinya ya tetep aja saya pakenya palm sugar bukan brown sugar. Tadinya saya pikir yang saya punya palm sugar, ternyata pas baca bungkusnya lagi eh bener brown sugar hehe ralat deh. Hasilnya cookies yang saya buat ga cepet gosong, dan chewy (bukan tipe cookies yang kering banget).

Oh iya hampir lupa, berikut ini  resep untuk 3 lusin cookies yang ukurannya sekitar 1 tablespoon.

    • 1,5 cup tepung serba guna (saya pake 2 cup karena kebanyakan susu)
    • 1/2 teaspoon baking soda
    • 1 teaspoon garam
    • 1/4 teaspoon bubuk kayu manis
    • 1,5 cup instan oatmeal
    • 1 telur
    • 1 cup palm sugar brown sugar
    • 1/2 cup minyak goreng
    • 1/2 gelas susu (saya terlanjur tuang 1 cup)
    • 1 teaspoon vanila extract
    • 1 cup kismis

Cara membuat (ga butuh mixer):

    1. panaskan oven 180 derajat celcius atau api sedang untuk menggunakan kompor
    2. ayak tepung + baking soda + garam + bubuk kayu manis
    3. Campurkan oatmeal sambil aduk rata
    4. masukkan bahan lainnya ke dalam adonan dan aduk rata (palm sugar, telur, minyak goreng, susu, vanila extract, kismis)
    5. siapkan loyang yang sudah di alasi kertas roti (atau bisa juga di beri olesan minyak dan taburan tepung)
    6. cetak kue dengan cara menjatuhkan adonan dari sendok ke atas loyang. Untuk membantu agar ukurannya sama bisa dengan menggunakan bantuan sendok ukur 1 tablespoon
    7. bakar di oven selama 15 – 20 menit
    8. setelah dikeluarkan dari oven biarkan di wire rack sampai dingin

Selesai sudah, silakan disimpan di tempat yang tertutup rapat. Jangan lupa ketika membakar adonan cuci peralatan masaknya dan panaskan air untuk membuat minuman hangat teman makan cookies πŸ˜€ dan main game.

Anyway, akhirnya 1 kaleng oatmeal sudah habis dan kismis juga sudah waktunya membeli lagi. Katanya sih bisa saja kita menggantikan kismis dengan buah kering lainnya, tapi buat saya paling enak masih pake kismis deh. Kalau makan oatmeal + kismis doang rasanya biasa aja, tapi kalau jadi cookies pasti jadi enak dong.

Kalau Anda punya anak kecil, cookies ini cukup sehat dibanding cookies double chocolate kemarin. Rasanya juga chewy ketika digigit. Yuk segera ke dapur terdekat dan praktekkan :D.

Muffin Oatmeal Kismis

Ini percobaan berikutnya dengan memakai oven yang masih gress. Dari hasil ngobrol-ngobrol dengan yang udah lebih akrab ama oven, dapat saran kalau mau belajar masak yang anti gagal itu muffin atau brownies. Kemarin belum beli loyang muffinnya, jadi harus beli dulu deh.

raisin oatmeal muffin

Pas jam break kantor hidangannya ga menggugah selera, akhirnya Joe dan saya memutuskan jalan ke mall depan kantor buat beli loyang muffin. Cuma nemu 1 jenis ini aja loyangnya, ga nemu kertasnya pula. Tapi nekat ajalah beli.

Malamnya memutuskan mencari sesuatu untuk memberdayakan oatmeal dan kismis yang tak kunjung habis (dulu beli niatnya mau diet :P). Di rumah juga masih ada palm sugar brown sugar yang dulu di beli buat bikin kopi tapi ga jadi di pake. Dari hasil browsing, pilihan jatuh ke resep ini . Dari resep yang tertera saya ga ngerti apa itu buttermilk apa itu sifted flour.

Dari hasil google buttermilk itu bisa digantikan dengan susu + yoghurt atau susu + vinegar. Tapi di dapur lagi ga ada stok yoghurt ataupun vinegar, susu yang di pake aja boleh ngambil jatah minuman Joe dan pas banget sisa 1 cup.

Waktu browsing menemukan fakta-fakta menarik tentang muffin yang intinya muffin itu bisa di siapkan adonannya malam hari dan di bakar pagi hari. Wah semakin semangat buat mencoba nih. Fakta tentang muffin yang saya maksud selengkapnya baca di link ini.

Berikut ini bahan-bahannya:

    • 1 cup oats
    • 1 cup susu
    • 1 telur
    • 1/2 cup palm sugar (gula palm) brown sugar
    • 1/2 cup minyak goreng (ini boleh dikurangi kalau ga suka terlalu berminyak)
    • 1 cup tepung yang sudah diayak (waktu praktek kemarin karena ga punya saringan tepung saya ga ayak :P)
    • 1 sendok teh baking powder
    • 1/2 sendok teh baking soda
    • 1/2 sendok teh garam
    • 3/4 cup raisins/ kismis

catatan: sendok teh atau cup di sini biasanya ukuran standar sendok masak, daripada salah ukuran dengan sendok makan kita biasanya ada baiknya sih beli sendok ukur dan gelas ukur, cari yang harganya murah banyak kok.

Oke sekarang kita mulai membuat:

    • panaskan oven 200 derajat celcius atau kalau pake oven yang ga ada penunjuk suhu kira-kira api setengah kali ya
    • rendam oatmeal dalam susu, lalu biarkan sejenak
    • sambil menunggu rendaman oatmeal campurkan bahan-bahan kering di tempat terpisah: tepung, baking soda, baking powder, garam
    • kismisnya saya rendam air lalu microwave 1 menit (ditempat terpisah juga)
    • kembali ke oatmeal campurkan telur dan palm sugar brown sugar ke adonan, aduk rata ( ga rata banget juga gpp)
    • campurkan minyak goreng ke adonan kering, aduk rata
    • campurkan adonan oatmeal dan adonan tepung dan jangan lupa kismis yang sudah di microwave (airnya dibuang dulu dari kismisnya)
    • adonan akan berbentuk kayak lumpur, agak cair, kalau terlalu kaku malah mungkin adonannya kurang pas
    • oke langkah terakhir tuang adonan ke dalam loyang muffin. Saya ga pake kertas muffin, untungnya loyangnya teflon jadi ga nempel. Adonan dimasukkan jangan kepenuhan karena muffin akan mengembang.
    • Takaran yang digunakan dalam adonan ini pas banget buat 6 buah muffin besar.
    • Selanjutnya bakar deh dalam oven selama 15 menit atau cek aja sebelum gosong :p (muffin saya nyaris gosong kemaren ada yang warnanya dah coklat banget hihihi). Cara lain mengeceknya adalah dengan menusuk muffinnya dengan tusuk gigi, kalau tusuk giginya keluar bersih  ga ada yang nempel berarti udah oke.

Oke sambil menunggu muffinnya matang, jangan lupa cuci tuh tumpukan peralatan yang dipake masak. Sebenernya ga banyak kan peralatan yang dipakai. Saya malas masak lebih malas lagi cuci piring, tapi karena membayangkan muffin yang akan disantap bersama dengan kopi atau teh tarik, jadi semangat deh bersih-bersih dapur.

Oke masih ada waktu abis cuci piring bikin minuman hangat buat teman bersantap muffin.. Oh ya setelah keluar dari oven, jangan langsung diserbu muffinnya, tunggu dulu beberapa menit sebelum dikeluarin dari loyangnya. Kalau saya kemarin yang saya lakukan adalah memfoto-foto muffinnya sambil menunggu dingin.Setelah keluar dari loyang juga foto-foto dulu dong sebelum diserbu.

first muffinBerhubung kemarin malam bikinnya setelah makan malam, otomatis ga sanggup dong ngabisin langsung. Mana ini muffin isinya oatmeal yang sungguh  mengenyangkan. Memang muffin ini cocoknya buat sarapan atau snack sore hari. Kalau dari yang saya baca, muffin yang sudah dingin dibungkus plastik dan bisa tahan cukup lama. Jadi ga ada alasan juga ngerusak diet :p.

Oh ya kesimpulannya: susu cair biasa bisa dipakai ga harus buttermilk, tepung yang ga terlalu gumpal juga bisa dipake tanpa diayak *jadi ga ada alasan belum beli saringan terus ga mau masak*, raisin di sini bisa diganti dengan buah kering lainnya, coba-coba aja sendiri ya hehehe. So far baking ga susah ternyata buat pemula.

Tadi pagi muffinnya di angetin di microwave, kenyang sampe siang loh! Wah ini udah jam makan siang, masak apa lagi ya…

Ikan teri medan sambel kacang

Ikan teri sambal kacang

Beberapa waktu lalu saya pulang ke Medan. Di rumah dimasakin ikan teri dan sayur daun ubi tumbuk. Nikmaaaat sekaliii, makannya lahap sampe nambah. Pulang ke Chiang Mai tidak lupa saya bawa sedikit ikan teri untuk coba-coba masak sendiri.

Berikut bahan dan bumbunya:

  • Ikan teri
  • kacang tanah goreng
  • cabe merah
  • bawang putih
  • bawang merah
  • tomat
  • daun bawang
  • garam secukupnya
  • minyak goreng untuk menggoreng dan sedikit untuk menumis sambel

Cara masak:

  1. goreng ikan teri dengan minyak yang cukup banyak dan jangan ditinggal. Menggoreng ikan teri pastikan apinya sedang, lalu setiap beberapa saat di balik. Pertama kali saya masak ikan teri sebagian ikan teri gosong sebagian ikan teri tidak masak. Ilmu goreng ikan teri saya dapat dari mama saya waktu masih kost di Bandung hehe.
  2. goreng kacang tanahnya (ga perlu di kupas), di  Chiang Mai ada yang jual kacang tanah sudah digoreng, sangat cocok untuk kemalasan saya hehe.
  3. Haluskan bawang putih, bawang merah dan cabe merah serta garam.Kalau males menggiling pake food processor saja πŸ™‚
  4. Iris daun bawang dan tomat (bawang batak kata orang Medan namanya, bahan yang ini tidak wajib kalau tidak punya juga tidak apa-apa).
  5. Pindahkan minyak goreng sisa menggoreng kacang dan ikan teri, sisakan sedikit saja minyak untuk menumis sambel yang sudah digiling halus.
  6. Tumis sambal sampai wangi, masukkan daun bawang dan tomat yang sudah diiris.
  7. Masukkan kacang dan ikan teri ke dalam sambal yang sudah mulai matang. Aduk sehingga sambal merata.
  8. Angkat dan sajikan, paling nikmat pakai sayur daun ubi tumbuk *nyam*

Oke selamat mencoba. Untuk mempercepat waktu memasak, sedikit tips dari saya, sediakan food processor yang bisa menghaluskan bumbu dasar sekaligus banyak, simpan dikulkas (bekukan dalam plastik-plastik kira-kira sesuai kebutuhan).

Cara lain kalau Anda malas menggiling bumbu, bawang putih, bawang merah dan cabe merahnya bisa diiris tipis. Lalu tumis seperti menumis sambal. Masukkan tomat sebelum daun bawang. Dan masukkan ikan teri dan kacang terakhir.

Tambahan tips untuk membuat ikan teri kacang yang kering: jika Anda ingin ikan teri kacang yang tahan lama, jangan gunakan tomat dalam sambalnya.Ikan teri dan kacang dicampur setelah sambalnya agak dingin.

Harap maklum kalau saya jarang posting resep, namanya juga masakan pemalas. Selain ga terlalu sering masak, saya juga agak malas buat posting, kadang-kadang lupa hehehe. Tapi walaupun begitu, sesekali kita pasti masuk dapur juga kan. Selamat memasak buat Anda yang malas maupun yang rajin hehehe.

Aneka Roti Goreng Isi

Awalnya rencananya weekend ini mau bikin martabak telur, udah ada resep, udah beli daging giling, tapi ternyata bahan-bahan lainnya masih kurang lengkap, terus kok ya malas belanja lagi yah.

Kebetulan kemarin sewaktu belanja menemukan tepung terigu protein tinggi. Maka…tergeraklah untuk bereksperimen membuat donat dengan terigu protein tinggi. Pengen tau apa sih bedanya pake tepung ini dibanding tepung biasa. Dan ternyata rasanya memang lebih empuk dengan tepung protein tinggi (baru tau ada banyak jenis tepung nih). Oh ya resep yang digunakan masih sama dengan resep donat kemarin yang diambil dari blog temen gue minus kentang tentunya.

rotigoreng1
sebelum digoreng
rotigoreng2
sesudah digoreng

Waktu mulai membuat, terpikir untuk mempraktekkan tips menyimpan adonan donat ke dalam freezer. Katanya supaya kita ga harus selalu mulai dari awal atau kita ga harus makan donat kebanyakan, kita bisa simpan adonan donat ke dalam freezer.

Caranya, bungkus saja adonan yang belum mengembang dengan plastik tipis pembungkus itu atau yang dikenal dengan nama cling wrap. Untuk memudahkan, sebaiknya adonan dibagi beberapa bagian sesuai dengan kemampuan Anda menghabiskan donat sebanyak apa :).

Untuk menggunakan kembali adonan donatnya, kita keluarkan dari freezer, biarkan dulu di udara terbuka untuk beberapa saat sampai adonan tidak dingin lagi (tapi jangan dipanasin loh). Biarkan saja bersama dengan plastiknya. Kalau kata temen saya sih, jangan sampe adonannya basah.

Kemarin saya menggunakan adoanan 500 gr tepung, lalu di bagi 4, 1 bagian langsung di masak, 3 bagian disimpan di kulkas. Kemarin saya bikin donat biasa, lalu bikin roti goreng isi kismis dan keju, rasanya ga kalah dengan roti yang dibakar menggunakan oven.

rotigorengisidagingDan hari ini, karena suami selalu prefer cemilan asin daripada manis, maka daging giling saya tumis dengan sedikit bawang merah, bawang putih, merica, garam dan cabe. Ditumisnya menggunakan margarine, biar rasanya lebih sedaaap. Dan tumisan daging itu dijadikan isi roti goreng.

Ah senang juga menemukan tips menyimpan adonan donat di freezer itu, jadinya saya bisa membuat langsung adonan donat cukup banyak, lalu di bagi-bagi beberapa bagian, dan bisa membuat roti goreng kapan saja kalau lagi "iseng" hehe.

Oh iya, sudah terpikir, kalau tidak ada daging giling dirumah, bisa juga menggunakan daging cornet di blender atau kalau mau dicampur kentang atau wortel yang dipotong dadu kecil-kecil juga bisa. Bedanya dengan martabak telur apa dong? ya beda kulitnya yang jelas. Ah ada ide lagi, isi sosis juga bisa. Nyam nyam..

Donat (tanpa kentang)

donat Sebenarnya emang belum pernah bikin donat kentang, selalu bikin donat tanpa kentang, tapi sengaja judulnya begini, karena aslinya donat ini pake resep donat kentang dari temen gue yang dapat dari temennya lagi hehe… panjang ya perjalanan resep donat.

Kemaren malam ceritanya beli cetakan donat, maka dengan semangat tinggi, mulailah masak walaupun sudah tengah malam :). Berdasarkan pengalaman terakhir kali ini adonannya pake setengah resep saja (pengennya sepertiga resep kalau bisa sih). Tapi sepertinya adonan gue terlalu lengket untuk bisa dicetak dengan cetakan yang dibeli itu. Atau mungkin sayanya aja yang ga ahli hehehe. Akhirnya cetak pake tangan lagi, di bulet-buletin, bikin tengahnya pake tangan, diputar-putar, jadi deh donat :). Padahal adonannya sudah kalis, dan mengikuti petunjuk yang temen gue berikan itu.

Continue reading