Ikan Kembung Bumbu Putih

Hari ini memang hari masak mencontek dari resep. Kali ini dari tabloid Saji edisi 93/TH IV. 7 – 20 Maret 2007. Sebenarnya sudah lama pingin mencoba masak ikan ini,2 soalnya bosan juga makan ikan digoreng doang, tapi baru kesampaian sekarang. Saya orangnya kurang bisa mengingat resep dengan sekali baca, hasilnya waktu memasak bolak-balik melihat resep (ini salah satu alasan malas memasak pake resep). Memang sih kalau kita improvisasi juga bisa, tapi… berhubung pada dasarnya saya bukan orang yang ahli masak, masih kurang bisa berimprovisasi kalau sudah melibatkan bumbu yang banyak :P.

Berikut ini contekan saya :

Bahan :
6 ekor ikan kembung ukuran sedang.
2 sendok teh air jeruk nipis
1/2 sendok teh garam
3 siung bawang putih, diiris tipis
4 butiir bawang merah diiris tipis
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas dimemarkan
2 cm jahe dimemarkan
200 ml air
3/4 sendok teh garam
1/2 sendok teh gula pasir
5 buah cabai rawit dipotong 2 panjang
minyak untuk menumis secukupnya

Bumbu Halus:
4 siung bawang putih
6 siung bawang merah
6 butir kemiri disangrai

Cara membuat:
1. Siangi ikan dengan air jeruk nipis dan garam. Kalau memasaknya tidak sama dengan hari belanja, setelah dibersihkan dan diberi jeruk nipis dan garam ikan bisa disimpan di freezer. Jika tidak biarkan air jeruk nipis dan garam meresap ke ikan kira-kira 15 menit.
2. Goreng ikan sampai kering dalam minyak yang sudah dipanaskan.
3. Panaskan minyak untuk menumis, masukkan bawang putih, bawang merah, daun salam, lengkuas, jahe, dan bumbu halus sampai harum
4. Masukkan air, garam, gula pasir dan cabai rawit, masak sampai mendidih dan kuah mengental.
5. Masukkan ikan kembung yang sudah digoreng kering, aduk rata. Angkat dan sajikan.

Sebagai pemalas, masakan ini sedikit merepotkan saya. Tapi mungkin kalau sudah terbiasa dan sering masak, lama-lama akan jadi mudah juga. Lagipula, sesekali bikin variasi makanan juga untuk menyenangkan hati suami. Suami senang hati saya jadi senang juga. Intinya sih harus berani berimprovisasi 🙂

–added 19 april 2007–
Tadi nyobain masak ikan bawal dengan resep bumbu putih ini, enak juga loh! nyam nyam… sepertinya pada dasarnya ikan apapun pakai bumbu putih ini bisa enak nih.

Oseng Buncis Saori Saos Tiram

Ceritanya beberapa minggu lalu ga sengaja melihat acara memasak di tv. Seperti biasa, acara tv banyak ngiklannya dalam acara tersebut. Ada masakan pake saus tiram saori, dan sepertinya gampang. Nah waktu belanja di carefour, iseng aja nyobain saos tiram Saori. Ternyata di botolnya disertakan sebuah buku resep kecil. Ada satu yang menarik, apalagi kalau bukan oseng buncis dengan telur puyuh.

Sebenernya dari kemarin sudah kepingin beli telur puyuh, tapi lupa melulu belinya, akhirnya oseng buncis dimasak tanpa telur puyuh. Hasilnya pada dasarnya tetap enak, cuma kurang berisi saja.

Bahan : Buncis 100 gr di potong pake tangan (senang ga harus mengiris), tomat besar 1 dirisi kotak, air seperempat gelas, saori saos tiram 3 sdm
Bumbu : bawang bombay 1/4 iris tipis, bawang putih 3 siung iris tipis, cabe merah 3 iris serong, cabe hijau 2 iris serong, garam secukunya.
Cara memasak : tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum, masukkan tomat, cabe merah dan cabe hijau, aduk rata. Masukkan buncis saori saos tiram dan air, tambahkan garam. Masak sampai matang.

Pada dasarnya bumbunya seperti tumis, bedanya bawang merah ga dipake, tapi diganti bawang bombay, dan ditambahkan saori. Harus gue akui, aroma makanan yang dimasak hari ini lebih wangi, dan rasanya lebih sedap. Jadi pengen beli telur puyuh supaya bisa memasak oseng buncis dengan telur puyuh, sepertinya akan enak. *slurrp*

Tofu Sakake dan Tepung Bumbu Kobe

Sejak sering memasak di rumah, gue sering membeli Tofu untuk menjadi teman bersantap. Awalnya bingung mau membeli tofu yang mana karena ada banyak sekali jenis tofu, pernah mencoba berbagai merek, entah kenapa setiap memotongnya ataupun menggorengnya pasti hancur. Gue pikir karena gue ga terbiasa mengiris tofu ataupun menggorengnya. Sampai akhirnya suatu hari kami mencoba membeli tofu merek sakake. Ternyata tofu itu beda-beda, ada yang sangat lunak ada yang tidak terlalu lunak (setidaknya ditangan saya tidak hancur). Sejak saat itu kami selalu beli tofu sakake.

Biasanya tofu sakake ini gue goreng dengan terlebih dahulu mencelupkannya ke telur. Setiap kali motong tofu, pasti bagian depan dan akhirnya ada tersisa sedikit, dan telurnya juga pasti bersisa. Kadang-kadang sisa tofu itu dimasukkan ke sayur (terutama kalau saya mengoseng buncis), tapi kadang-kadang juga tofunya dihancurkan, lalu didadar dalam telur yang tersisa. Hari ini, entah kenapa terbersit ide untuk membuat cemilan sejenis bakwan dari sisa telur dan tofu itu. Oh ya masih ada tepung bumbu kobe juga. Mulailah eksperimen saya.

Tofu dan sisa telur dicampur dengan tepung bumbu kobe, lalu ditambahkan tauge dan juga daun bawang yang diiris-iris. Ukurannya? ya.. pakai feeling saja sampe kira-kira bisa digoreng. Nah setelah adonan cukup kental, goreng deh seperti menggoreng bakwan. Gampang dan ga ada makanan yang terbuang :)). Tapi..ada tapinya, rasa tepung bumbu kobe ini cukup asin, jadi jangan tambahkan garam nanti jadi keasinan. Mungkin lain kali saya akan tambahkan ayam suwir ataupun udang ke dalamnya. Atau mungkin lain kali saya akan bereksperimen dengan tepung terigu dan bumbu bakwan instead of tepung bumbu kobe. Rasanya fun juga mencampur-campurkan bumbu makanan itu hihihi…

Gulai Ayam bumbu instan Indofood

Ceritanya mau nyoba membuat gulai ayam lagi, kali ini pengen menambahkan kentang ke dalamnya. Waktu mau membeli bumbu instan, ternyata ada bumbu instan gulai dari Indofood, kalau dari harga Indofood lebih mahal dari sajiku, tapi tertulis kalau bumbu Indofood ini sudah termasuk santan, jadi tidak perlu beli santan lagi. Well, walaupun tetap membeli Santan Kara (kali ini beli yang cair dengan niat untuk masak puding santan), dipilihlah bumbu Indofood ini.

Petunjuk memasaknya sudah tertera dibelakangnya. Pada dasarnya hampir sama dengan cara memasak bumbu Sajiku, bedanya bumbu sajiku berbentuk bubuk, sedangkan bumbu Indofood berbentuk cairan kental (ya iya karena sudah mengandung santan). Rebus ayam sampai lunak, tambahkan bumbu Indofood. Icip-icip..hemm..kok rasanya kurang sesuatu yah, ya sudah saya masukkin lagi aja santan karena sepertinya kurang sip, warnanya juga kurang oke, sepertinya bumbu Indofood ini baunya terlalu keras kari nya, mungkin lebih cocok untuk menggulai daging daripada menggulai ayam. Oh ya kentang dimasukkan bersamaan dengan memasukkan bumbu. Biarkan sampai kuahnya mengental.

Anyway, agak kecewa dengan bumbu Indofood, warna dan aromanya tidak seperti yang dibayangkan :(, selain itu, bumbu Indofood kurang garam. Hemm..mungkin masalah selera saja yah, yang jelas suamiku bilang sih yang ini juga enak, tapi lebih enak yang memakai bumbu Sajiku. Lain kali kalau masak ayam pake Sajiku aja kali ya.

Bakwan alias bala-bala

Pertama kali tiba di Bandung, saya agak bingung dengan penamaan jajanan goreng di Bandung. Sesuatu yang sudah lama saya kenal sebagai bakwan di sini disebut Bala-bala, aih..jadi pengen nyanyi…baby baby bala bala…*apa sih!*

Hari ini setelah direncanakan sekian lama masak bakwan juga. Kemarin masih ada kol dan wortel yang sengaja tidak dihabiskan waktu masak sup. Sejujurnya saya tidak terlalu rajin untuk mengiris wortel (kalau kol mah gampang!). Tapi berhubung pengen mencoba bikin jajanan yang biasanya dibeli seharga 500 sepotong, dan kata mertua sih resepnya sama aja dengan bakwan jagung, tapi ga usah dikasih telur ya..marilah kita mencoba.

Bahan : Kol iris tipis, wortel iris tipis, tauge (ini sih kebetulan ada sisa dikit), tepung terigu, daun bawang
Bumbu : bawang putih, merica dan garam di giling halus
Cara membuat : campurkan irisan sayur dan bumbu, tambahkan air secukupnya, tambahkan tepung terigu. Aduk sampai merata.
Panaskan minyak, dan goreng.

Gampang kan. Ga pake telur malah, jadi ya…itung-itung dari kemarin udah kebanyakan telur, sekarang sedang mengurangilah :D.

Gulai Ayam bumbu instan Sajiku

Agak bosan dengan goreng ayam, goreng ikan dan goreng gorengan lain. Pengen masak yang berbeda tapi ga mau repot. Berbekal bertanya pada ibu dan mertua, hmm..diputuskan mau memasak gulai ayam. Tapi…ada tapinya, bumbu di rumah ga lengkap, dan masih berat rasanya menggiling bumbu sendiri. Aha..! untung ada bumbu gulai Sajiku. Oh ya, kebetulan sebelumnya sudah menyediakan santan kara yang berbentuk tepung (soalnya waktu beli ga yakin berapa lama lagi akan dipakai, dan dengan alasan biar nyimpennya bisa lebih lama).

Kemarin beli dada ayam sekitar 7 ons, di potong 8 masih pada kegedean, akhirnya dipotong-potong lagi. Lumayan dapatnya cukup banyak potongan. Kira-kira sekitar 1/2 kg akan dimasak gulai (1 kemasan bumbu gulai untuk 1/2 kg daging/ayam menurut petunjuknya), sisanya disimpan dikulkas untuk digoreng. Untuk menambah rasa dan aroma, selain bumbu instan dari Sajiku, tambahkan daun salam dan sereh yang dimemarkan.

Cara memasaknya sangat gampang, ikuti petunjuk yang ada dibelakang kemasan bumbu instan :). Didihkan air, masukkan daging ayam, bumbu gulai Sajiku, sereh dan daun salam sampai daging ayam cukup matang (sebagian proses memasak dagingnya sebelumnya bisa juga dibantu dengan microwave kalau punya microwave). Setelah mendidih tambahkan santan kental ke dalamnya. Aduk-aduk sampai kuahnya agak mengental.

Bumbu gulai Sajiku ini sudah ada garamnya, sudah asin, tapi bisa juga dicicipi dulu apakah rasa asinnya sudah cukup atau belum sesuai selera. Oh ya untuk membuat santan dari yang berbentuk tepung cukup ditambahkan dengan air panas saja (sesuai dengan petunjuk dibelakang kemasan).

Katanya sih bumbu instan itu kurang sip atau ada kurangnya, tapi…hasil masakan saya kemarin ga ketauan tuh pake bumbu giling atau bumbu instan, siapa dulu yang masak hehehe. Yang pasti hasil masakan walau instan laris manis!. Hehehe…

Sayur Bening

Lama tak posting karena koneksi internet yang tak dapat diandalkan, dan…karena emang ga sempet online juga *halah sok sibuk!*. Yang jelas…setiap hari walaupun dengan bermalas-malasan masih tetap masak kok. Berikut ini beberapa variasi sayur bening andalan kemalasan yang di masak beberapa kali.

Sayur bening itu pada dasarnya isinya cuma bawang putih dan bawang merah yang diiris tipis, berapa siungnya ya disesuaikan saja dengan selera dan jumlah sayur yang dimasak dan tentunya ya garam dan kalau suka dikasih tomat, semuanya dimasukkan ke dalam air mendidih.

Supaya tidak bosan, beberapa kombinasi sayur yang bisa dibening adalah: Bayam + Tauge, Sawi + Tauge, Selada Air. Untuk memudahkan, seperti biasa, selesai belanja atau paling tidak besoknya semua sayur disiangi (istilah untuk dipetik lalu dicuci bersih), simpan dalam wadah plastik tertutup rapat (ga harus merk Tupperware kok). Masaknya ya tinggal sebentar, apalagi sayur-sayuran di atas tidak boleh lama-lama masaknya.

Oh ya, kalau dulu masakan ibuku di Medan, sayuran bening di kasih cabe sedikit (bukan untuk pedas, biar enak saja), tapi ternyata resep mertuaku ga pake Cabe, jadi ya..disesuaikan dengan lidah yang makan saja. Kalau ibuku, biasanya tauge itu sebelum di masak pasti di petikin dulu akar2nya. Nah..kalau rajin ya monggo dipotongin akarnya, kalau aku sih tergantung mood. Kemaren pernah rajin sambil nonton film metikin tauge, tapi terakhir kali beli tauge diperhatikan sepertinya taugenya ga terlalu banyak akarnya, dan waktu mencucinya beberapa akar patah sendiri, jadi ya..biarkan saja begitu (yang makan ga ngeh kok ada akarnya atau nggak :P). Tapi sepertinya sih emang lebih baik dipetikin akarnya, lebih…afdol aja rasanya tanpa akar.

Sop Sayur Sosis Baso

Sebenarnya hari ini masak macem-macem, tapi pada dasarnya mengulang yang sudah pernah dimasak. Jenis masakan yang baru dimasak hari ini adalah sop sayur(intinya ngabisin sayuran yang ada). Tadinya mau pake ayam, tapi..apa daya ayamnya sudah tidak terlalu bagus :(, jadilah menggunakan sosis dan baso saja. Berhubung bumbu di rumah sangat terbatas, ya..akhirnya berimprovisasi saja, inget kalau di supermarket sering dijual sayur-sayur satu paket dengan bumbu hanya royco saja, ya sudah akhirnya gue coba menambahkan bumbunya supaya lebih “terasa”.

Bahan : wortel, kacang arcis, buncis, tomat, daun bawang, baso dan sosis
Bumbu : rocyo rasa sapi 1 bungkus, bawang 2 siung, merica bubuk 1 sdt, garam 2 sdt
Persiapan : semua bahan diiris sesuai selera. bawang putih, merica dan garam digiling
Cara memasak: Didihkan air (kira-kira aja, sesuaikan dengan jumlah sayuran yang akan dimasukkan). Masukkan bumbu yang sudah digiling beserta royco, masukkan baso dan sosis terlebih dahulu supaya duluan matang.
Selanjutnya masukan wortel, biarkan sampai wortel agak lunak. Masukkan buncis dan kacang arcis, biarkan sampai agak lunak. Terakhir masukkan tomat dan daun bawang. Setelah kira-kira semua sayuran cukup lunak (tomtatnya jangan terlalu matang), angkat dan hidangkan.

Tips: gunakan panci yang ada tutupnya ketika memasak, sebaiknya sambil menunggu satu jenis sayuran melunak panci ditutup supaya prosesnya lebih cepat.

Hari ini bersih-bersih kulkas, semua bahan sudah habis, waktunya untuk belanja lagi. Sekarang mencari ide apa yang akan dimasak untuk minggu depan.

Teh Tarik = Teh Susu

Beberapa waktu yang lalu, saat berkunjung ke rumah saudara, kami ditawarin Teh Tarik instan dari MaxTea. Setelah itu, Joe jadi demen dengan Teh Tarik yang pada dasarnya adalah Teh Susu. Karena terlalu sering membeli MaxTea yang 1 kemasan isinya hanya 5 sachet, akhirnya saya menyiasatinya dengan membuat Teh Tarik sendiri.

Cara membuatnya sangat mudah,
Celupkan Teh Sariwangi ke dalam segelas air panas selama beberapa menit (sampai warnanya cukup pekat). Lalu tambahkan 4 sendok susu kental manis (yang putih ya jangan yang coklat) ke dalamnya. Aduk dan sajikan.

Gampang banget! Sehari bisa beberapa kali membuatnya. Oh ya sebenarnya jumlah susunya tergantung selera saja sih, tapi kalau kebanyakan ntar jadi kemanisan, kalau terlalu sedikit Joe ga suka karena kurang terasa susunya katanya. Oh ya untuk mempermudah, daripada beli susu kental manis kaleng saya membeli susu kental manis bendera dalam kemasan pouch. Untuk merk tehnya bisa disesuaikan dengan selera juga, tapi jangan pakai teh jasmine karena warnanya kurang pekat.

Telur Tomat, Bakwan Jagung, Bening Bayam, Ikan gembung goreng dan oseng buncis

Hari ini masak makanan yang sudah pernah dimasak. Tapi ada beberapa modifikasi. Dan hari ini masaknya 3 kali sehari, mulai dari sarapan, makan siang dan makan malam.

Untuk telur tomat karena kehabisan daun salam, hari ini dimasak tanpa daun salam. Rasanya tetap enak kok, cuma kurang harum saja.

Untuk bakwan jagungnya akhirnya hari ini berhasil dan memuaskan. Tapi…karena malas memotong wortel, hari ini bakwan jagung tanpa wortel, rasanya tetep aja enak juga hehe.. (heran ya, kalau malas kok ya masak :P). Bening bayam sih standar aja, hanya kali ini menggunakan bayam hijau.

Untuk ikan gembung karena sudah dibersihkan dan dikasih asam garam sebelum masuk kulkas ya tinggal goreng. Minyak yang dipakai untuk menggoreng ikan adalah minyak sisa menggoreng bakwan jagung (bukan sebaliknya).

Anyway, hari ini lagi agak rajin, tadi sudah mengupas bawang putih dan bawang merah untuk beberapa hari. Sudah juga membersihkan sayur buncis dan semuanya disimpan dengan rapi dalam wadah tertutup.

Oh ya sore ini masak oseng buncis cuma 15 menit, karena semua sudah dibersihkan tinggal ngiris dan ngoseng-oseng doang. Dan oseng buncis hari ini tanpa tofu dan tanpa petai cina (ya apalagi kalau bukan karena malas banyak2 ngiris).

Moral dari pengalaman masak hari ini adalah, kadang-kadang kalau ada bahan yang kurang tidak menghalangi untuk mengolahnya menjadi makanan. Buktinya hari ini suami dan ipar menyantap habis semuanya hehehe. Dihitung-hitung pengeluaran untuk makan 3 kali hari ini ga banyak (karena semua sudah ada dikulkas), jadi malam ini bisa menghabiskan jatah makan diluar untuk menonton midnight *cihuy*