Categories
experimental modified tips

Donat Pemalas

Donat Sejak sampai di Chiang Mai, baru kemarin beli yang namanya Dunkin Donat (kalau J-Co tambah ga mungkin karena blum sampe ke sini).  Sebelum pulang liburan kemaren, entah kenapa pengen bikin donat, tapi ga mau yang repot-repot.

Setelah melakukan pencarian resep sana sini, ternyata bikin donat itu ada bermacam-macam cara yah. Ada yang pake kentang, ada yang pake isi, dan ada yang harus pake mikser buat mengadonnya.

Berhubung di dapur pemalas belum ada mikser, dan ga punya timbangan buat masak tapi cuma punya gelas ukuran Cup, akhirnya diputuskan memilih resep neng mper dengan mengkonversi ukuran gram jadi CUP. Oh ya pemilihan bahan disesuaikan dengan ketersediaan merek di kota Chiang mai 🙂 dan dari sekian banyak resep membuat donat, resep inilahyang dinilai tidak terlalu repot bikinnya.

Ini resepnya dalam ukuran Cup:

Bahan 1:

1 cup susu UHT (ga punya susu ultra disini, jadi ya susu apapun, yang manis dan putih, dan bukan yang coklat belinya)

1 sachet ragi instan (kebetulan pakenya yang merek fermipan, dijualnya ada sachetan, 1 sachet 11 gram jadi pas banget kan 🙂

2 1/3 cup terigu (makenya all purpose flour, ga ngerti apa bedanya terigu cakra dengan terigu biasa)

1/2 sdt garam halus (atau dengan kata lain garam secukupnya)

Bahan 2:

1/4 cup gula halus

1 butir kuning telur

1/2 cup terigu (terigu yang sama dengan bahan 1)

1/4 cup mentega (kebetulan beli menteganya yang ukuran 120 gr, jadi bisa juga langsung dibagi 2 gitu aja :))

Bahan 3: minyak untuk menggoreng

Cara membuat:

Campurkan semua bahan 1 sampai rata, dan ulen sampai ga nempel di tangan (kalis). Gunakan tangan saja untuk mengadonnya.adonan 1 yang sudah kalis disisihkanadonan 1 setelah mengembang sekitar 2 kali ukuran semula

 

 

Sisihkan adonan 1 ini dengan cara menutupnya dengan kain (saya sih pakai serbet bersih), biarkan sampai adonan mengembang kira-kira 2 kali ukuran semula (kira-kira 30 menit sampai 1 jam).

Campurkan bahan 2 ke tengah adonan 1, lalu aduk lagi dengan tangan sampai kalis. Diamkan 10 menit.

masukkan bahan 2 ke bahan 1 yang sudah mengembang

gunakan tangan untuk mengadon

 

 

 

 

 

cetak berbentuk donat (saya menggunakan tangan saja, manual, caranya ambil adonan sedikit, bentuk bulatan, pipihkan dengan 2 telapak tangan, lobangin kira-kira ditengahnya, lalu putar-putar adonan itu dengan jari seperti memutar karet gelang, perhatikan saja apakah lobang yang ingin dibuat cukup besar atau bagaimana).

Sambil mencetak, anda bisa liat bahwa donat yang sudah dicetak akan mengembang lagi, donat yang sudah dicetak yang sudah mengembag siap untuk digoreng. cetakan donat sebelum digoreng

Panaskan minyak dengan api sedang jangan terlalu panas, lalu masukkan adonan donat yang sudah dicetak dan mulai mengembang, gunakan api sedang untuk menggoreng.

Balik  donat setelah agak berwarna kekuningan. Lalu setelah warnanya kuning keemasan merata, angkat donat dari penggorengan. Oh ya, sedikit tips, gunakan bantuan sumpit untuk membalik dan mengangkat donat, lebih mudah daripada menggunakan spatula.

Oke, setelah donat agak dingin, barulah kita hias donatnya sesuai selera. Yang paling gampang adalah menghiasnya dengan gula halus. Caranya masukkan gula halus sedikit ke plastik bersih, masukkan donat lalu sambil memegang tutup plastiknya, aduk saja donat dan gula halusnya, nanti gulanya nempel sendiri. Kalau toping yang meggunakan meses, bisa di oles mentega sebelum menempelkan meses nya.

Jangan lupa, donat ini emang enak, tapi minyaknya lumayan banyak, untungnya gulanya hanya ada dari topingnya saja (yang ada dalam adonan tidak seberapa). Kalau Anda sedang berdiet, mungkin sebaiknya mengurangi makan donat :), atau kalau tidak tahan tidak makan donat, ada baiknya gulanya dikurangi dan makannya jangan pakai toping. Dan pastikan donatnya tidak terlalu berminyak :).

So, ga ada alasan lagi untuk bilang: ah masak donat modalnya gede, harus beli mikser dan cetakan donat, atau, ah susah ngehiasnya. Masak donat itu bisa gampang dan ga butuh terlalu banyak peralatan, yang penting emang niatnya sih hehe.

Categories
experimental modified

Kering Tempe

Ini percobaan pertama saya bikin kering tempe. Belum pernah seumur-umur bikin kering tempe, tapi entah kenapa kemaren kepikiran rasanya kangen kering tempe. Well, walaupun hasilnya tidak seperti buatan nyokap (karena resepnya aja ngarang bebas), tapi bisa mengobati kekangenan yang ada. Aromanya juga sama banget. Suami saya yang biasanya katanya ga doyan kering tempe aja jadi doyan makan kering tempe. Emang ya, kalau sesuatu yang langka itu jadi lebih berharga.

Kering Tempe

Seperti biasa, dapur pemalas itu suka memodifikasi bumbu sesuai dengan bahan yang tersedia saja dan kurang patuh dengan resep-resep yang diwariskan melalui Google.

Berikut ini cara saya memasaknya:
Bahan utama, digoreng:
– Tempe di potong tipis dan kecil (kira-kira saja)
– Kacang tanah (perbandingan tempe dan kacang tanah sesuai selera saja)

Bumbu di giling halus :
– Bawang Merah 6 siung
– Bawang putih 3 siung (perbandingannya bawang merah lebih banyak dari bawang putih)
– Lengkuas sedikiiiit saja
– Garam secukupnya

Bumbu tambahan:
– Cabe merah diiris serong, sesuai selera pengen sepedas apa
– Gula jawa secukupnya diiris halus
– Asam tamarind (asam jawa) ambil airnya sekitar 2 sendok atau tergantung selera mau seasam apa
– Gula pasir sedikit
– Daun jeruk nipis untuk aroma
– Air secukupnya

Cara memasak :
– kacang tanah dan tempe di goreng terpisah, sisihkan (kalau punya ikan teri boleh juga tambah ikan teri)
– Bumbu giling halus
– Panaskan minyak sedikit untuk menumis, tumis bumbu yang sudah digiling halus sampai wangi, masukkan cabe yang sudah dipotong serong
– Tambahkan air asam ke dalam bumbu tumis yang sudah wangi
– Tambahkan gula jawa yang diiris, aduk sampai rata tapi jangan terlalu lama nanti jadi lengket, tambahkan air bila dirasa perlu
– Masukkan daun jeruk nipis untuk menambah aroma wangi
– Masukkan tempe dan kacang yang sudah digoreng kering, ratakan bumbunya, tambahkan gula pasir diatasnya.

Saya yakin dari jarak yang cukup jauh orang-orang sudah tergoda mencium aroma masakan Anda 🙂 hehehe.. Sebenarnya mengingat step memasak kering tempe ini sangat banyak, ini bukan jenis masakan pemalas (termasuk kalau Anda seperti saya yang harus membikin tempenya dari kedele).

Tapi.. kering tempe ini bisa disimpan berhari-hari dan menjadi cemilan. Jadi bukan jenis masakan yang sekali masak habis, tapi sekali masak untuk beberapa kali makan (sehingga ga harus sering-sering masak). Untuk alasan itu, saya rasa masakan ini jadi masuk kategori masakan pemalas juga.

Categories
experimental fast and easy modified

Oseng Sayur pake Udang

Oseng Sayur
Ada yang nyebut tumis, ada yang nyebut oseng, sebenarnya saya juga tidak tau nama yang tepat untuk sayur campur-campur masakan saya ini. Isinya hampir sama dengan cap cay, tapi ini bukan capcay. Masakan sayur saya ga banyak jenisnya, variasinya paling mengganti isi sayurnya, menambahkan udang atau tahu ke dalam sayuran, atau kadang-kadang menggunakan telur.

Categories
modified mom's recipe

Bakwan alias bala-bala

Pertama kali tiba di Bandung, saya agak bingung dengan penamaan jajanan goreng di Bandung. Sesuatu yang sudah lama saya kenal sebagai bakwan di sini disebut Bala-bala, aih..jadi pengen nyanyi…baby baby bala bala…*apa sih!*

Hari ini setelah direncanakan sekian lama masak bakwan juga. Kemarin masih ada kol dan wortel yang sengaja tidak dihabiskan waktu masak sup. Sejujurnya saya tidak terlalu rajin untuk mengiris wortel (kalau kol mah gampang!). Tapi berhubung pengen mencoba bikin jajanan yang biasanya dibeli seharga 500 sepotong, dan kata mertua sih resepnya sama aja dengan bakwan jagung, tapi ga usah dikasih telur ya..marilah kita mencoba.

Bahan : Kol iris tipis, wortel iris tipis, tauge (ini sih kebetulan ada sisa dikit), tepung terigu, daun bawang
Bumbu : bawang putih, merica dan garam di giling halus
Cara membuat : campurkan irisan sayur dan bumbu, tambahkan air secukupnya, tambahkan tepung terigu. Aduk sampai merata.
Panaskan minyak, dan goreng.

Gampang kan. Ga pake telur malah, jadi ya…itung-itung dari kemarin udah kebanyakan telur, sekarang sedang mengurangilah :D.

Categories
modified tips

Telur Tomat, Bakwan Jagung, Bening Bayam, Ikan gembung goreng dan oseng buncis

Hari ini masak makanan yang sudah pernah dimasak. Tapi ada beberapa modifikasi. Dan hari ini masaknya 3 kali sehari, mulai dari sarapan, makan siang dan makan malam.

Untuk telur tomat karena kehabisan daun salam, hari ini dimasak tanpa daun salam. Rasanya tetap enak kok, cuma kurang harum saja.

Untuk bakwan jagungnya akhirnya hari ini berhasil dan memuaskan. Tapi…karena malas memotong wortel, hari ini bakwan jagung tanpa wortel, rasanya tetep aja enak juga hehe.. (heran ya, kalau malas kok ya masak :P). Bening bayam sih standar aja, hanya kali ini menggunakan bayam hijau.

Untuk ikan gembung karena sudah dibersihkan dan dikasih asam garam sebelum masuk kulkas ya tinggal goreng. Minyak yang dipakai untuk menggoreng ikan adalah minyak sisa menggoreng bakwan jagung (bukan sebaliknya).

Anyway, hari ini lagi agak rajin, tadi sudah mengupas bawang putih dan bawang merah untuk beberapa hari. Sudah juga membersihkan sayur buncis dan semuanya disimpan dengan rapi dalam wadah tertutup.

Oh ya sore ini masak oseng buncis cuma 15 menit, karena semua sudah dibersihkan tinggal ngiris dan ngoseng-oseng doang. Dan oseng buncis hari ini tanpa tofu dan tanpa petai cina (ya apalagi kalau bukan karena malas banyak2 ngiris).

Moral dari pengalaman masak hari ini adalah, kadang-kadang kalau ada bahan yang kurang tidak menghalangi untuk mengolahnya menjadi makanan. Buktinya hari ini suami dan ipar menyantap habis semuanya hehehe. Dihitung-hitung pengeluaran untuk makan 3 kali hari ini ga banyak (karena semua sudah ada dikulkas), jadi malam ini bisa menghabiskan jatah makan diluar untuk menonton midnight *cihuy*