Spaghetti Sausages

Bosan dengan mie rebus instant, jadi pengen nyobain variasi spaghetti pake sosis dari website 9GAG. Sebenernya Joe sih yang iseng pengen nyobain, ya sudah kami bekerjasama mewujudkannya untuk snack malam hehe. Bahan yang digunakan tentu saja bahan yang tidak perlu waktu lama untuk memasaknya.

Bahan-bahan:

  • Spaghetti kecil yang bisa mateng dalam 3 menit
  • Sosis
  • Saus prego
  • Keju mozarella
  • air untuk merebus

Langkahnya bisa dilihat gambar:

1. Potong-potong sosis lalu tusukkan spaghetti menembus sosis. Spaghettinya kami potong 2 dulu lalu kami tusukkan ke sosis yang berukuran kira-kira 3 cmtusuk spaghetti ke sosis

2. Rebus sosis dan spaghetti dalam air mendidih sampai spaghetti lunak (kira-kira 3 menit)

rebus sampai spaghetti lembut

3. Tiriskan air rebusan dari spaghetti sosis

tiriskan air rebusan

4. Sambil menunggu air tiris, campurkan saus prego dengan keju mozarella dan tambahkan air sedikit. Aduk-aduk sampai mendidih (kira-kira 2 menit)

panaskan saos prego di campur keju

5. Spaghetti sosis dengan saos prego plus keju siap untuk disantap

siap di santap

Gampang banget kan!

Belakangan karena kami merasa menusuk-nusuknya butuh waktu, sebagian spaghetti ga kami tusukkan langsung aja direbus dan dihidangkan dengan sebagian yg ditusukin begini heehhehe.

Selamat mencoba Smile

Double Chocolate Cookies

Wiken kemarin dapur pemalas kedatangan penghuni baru. Setelah sekian lama ditunda dan maju mundur antara pingin belajar baking dan ga punya waktu dengan hobi yg udah banyak, akhirnya beli juga deh daripada penasaran. Percobaan pertama: bikin roti pake adonan donat gagal total :(, masih ada 2/3 adonan di kulkas ntar mau di coba lagi dengan tips2 dari mpok Vera.

Pengalaman kegagalan pertama ga bikin patah semangat. Percobaan berikutnya mencoba sesuatu yg lebih realistis. Beli tepung kue double chocolate hampir jadi dari betty crocker. Petunjuknya jelas di kemasannya. Tambahkan bahan yang di butuhkan, aduk tanpa mixer lalu cetak pake sendok di atas loyang, dan bakar deh.

double chocolate cookies

Untuk konversi ukuran suhu dan cup bisa di google aja (rasanya pernah ngasih link tapi lagi malas nyari lagi :P).

Berikut ini hasil masak cookiesnya. Sungguh menggugah semangat dan melupakan kegagalan di percobaan pertama 😀

Jadi pelajarannya adalah kalau kamu juga baru belajar masak seperti saya dan pemalas seperti saya, masak cookies yg udah di pack sungguh membantu mempercepat. Namanya juga masih kenalan dengan ovennya. Oh ya saya baru tahu kalau oven harus dipanasin dulu sebelum di pakai. Pengetahuan dasar pertama tentang baking :P.

Hasil pertama bentuk cookies saya belum seragam, setidaknya dalam 1 loyang cukup seragam. Masih harus berlatih buat memperkirakan ukuran kue dan sebagainya.

Banyak sekali yang masih harus saya pelajari di dunia baking ini, tapi karena tujuannya cuma untuk fun dan snack di rumah doang, ya…saya milih yang praktis saja, yang ga perlu dipusingkan membaca terlalu banyak resep. Daan membeli yang hampir jadi membantu sekali dalam proses belajar. Ternyata baking itu ga susah.

Ayam Gulai Instan

Instant inggredientsPulang jalan-jalan dari Doi Pui buat liat bunga Sakura Thailand, kami mampir belanja di Rimping. Ga sengaja nemu bumbu instant yellow curry. Langsung terpikir apakah yellow curry sama dengan gulai ayam? selama ini di Chiang mai belum pernah sih nemu gulai/kari ayam yang rasanya sama dengan lidah Indonesia.

Iseng-iseng beli deh bumbunya, tentu saja tak lupa beli santan instan dan ayam bagian sayap (beli ayam utuh rasanya repot motongnya).

A little bit closer Stir well

Untuk meyakinkan rasanya cukup sedap, saya bereksperimen sendiri dan tidak terlalu patuh dengan petunjuk yang ada di kemasan bumbu instan. Petunjuknya membutuhkan santan sekitar 500 ml untuk 250 gram ayam (saya beli cuma 1 kotak 250 ml dan ayamnya sekitar 320 gram).

Sebelum menggunakan bumbu instan saya iris beberapa bawang putih, bawang merah dan bawang bombay (yang ada di dapur saja). Tumis bawang-bawang tersebut, lalu tumis juga bersama bumbu instannya, tak lama kemudian langsung masukkan setengah kotak santan. Aduk sampai rata, lalu masukkan ayam yang sudah di cuci bersih tentunya. Setelah agak mendidih masukkan lagi sisa setengah kotak santan dan air kira-kira 250 ml lagi (karena saya pakai gelas ukur sekitar 2 cup).

Done in about 20 minutes

Aduk-aduk tiap beberapa saat, cek apakah dagingnya sudah cukup matang dan pastinya kuahnya semakin berkurang. Sekitar 20 menit sejak menumis gulai ayam pun terhidang. Aromanya sih sama  dengan gulai ayam cita rasa Indonesia.

So happy, si pemalas bisa masak gulai ayam. Ya sebenernya siiih, bumbu gulai ayam itu sangat mudah apalagi dengan adanya food processor, tapi kan males harus kupas-kupas cuci-cuci dan ini dan itu. Tapi ada niatan sih bikin gulai from the scracth. Ntar…tunggu datang angin rajin hehehe. Hahah gitu mulu ya ngomongnya, perasaaan dah 2 kali masak gulai pasti deh pake bumbu instan. Kalau mau liat yang lalu ada di sini dan di sini

 

Memasak dengan Microwave

Sudah beberapa lama ini kami tidak bisa merebus telur sendiri (berhubung tidak punya kompor yang dilengkapi tempat merebus). Sudah beberapa lama juga malas masak di rice cooker, karena tempat rice cookernya kegedean. Kemarin iseng nyari tempat memasak telur di microwave. Eh..pas nyari alat rebus telur, tau – tau tergoda melihat tempat masak nasi dengan ukuran kecil yang cukup kecil untuk dimasukin ke kulkas kalau nasinya ga habis. Semakin tergoda, waktu mengetahui bahwa kita bisa memasak sayur bersama-sama dengan berasnya. Waktu dilihat lagi, eh..ada buat masak telur mata sapi juga. Well..mengingat menyuci alat plastik lebih gampang daripada menyuci peralatan lainnya, tergodalah membeli peralatan tersebut (harganya juga tidak mahal). Continue reading

French Fries

Belakangan ini jarang sekali masak. Tapi sesekali masih bereksperimen memanfaatkan microwave. Joe suka sekali dengan kentang goreng, padahal itu tidak sehat. Masalah lain dengan menggoreng kentang adalah: waktu yang dibutuhkan untuk menggoreng cukup lama (artinya listrik lebih mahal karena masaknya pake kompor listrik). Untuk mempercepat proses, setelah kentang rasanya cukup garing, walaupun belum kuning angkat dan lanjutkan prosesnya menggunakan microwave.

Hasilnya, kentang lebih cepat disajikan dan juga minyak gorengnya kering bersama proses microwavenya. Soal rasa gimana? kalau menurut saya sih tetap enak (lebih enak malah!).

Gulai Ayam bumbu instan Indofood

Ceritanya mau nyoba membuat gulai ayam lagi, kali ini pengen menambahkan kentang ke dalamnya. Waktu mau membeli bumbu instan, ternyata ada bumbu instan gulai dari Indofood, kalau dari harga Indofood lebih mahal dari sajiku, tapi tertulis kalau bumbu Indofood ini sudah termasuk santan, jadi tidak perlu beli santan lagi. Well, walaupun tetap membeli Santan Kara (kali ini beli yang cair dengan niat untuk masak puding santan), dipilihlah bumbu Indofood ini.

Petunjuk memasaknya sudah tertera dibelakangnya. Pada dasarnya hampir sama dengan cara memasak bumbu Sajiku, bedanya bumbu sajiku berbentuk bubuk, sedangkan bumbu Indofood berbentuk cairan kental (ya iya karena sudah mengandung santan). Rebus ayam sampai lunak, tambahkan bumbu Indofood. Icip-icip..hemm..kok rasanya kurang sesuatu yah, ya sudah saya masukkin lagi aja santan karena sepertinya kurang sip, warnanya juga kurang oke, sepertinya bumbu Indofood ini baunya terlalu keras kari nya, mungkin lebih cocok untuk menggulai daging daripada menggulai ayam. Oh ya kentang dimasukkan bersamaan dengan memasukkan bumbu. Biarkan sampai kuahnya mengental.

Anyway, agak kecewa dengan bumbu Indofood, warna dan aromanya tidak seperti yang dibayangkan :(, selain itu, bumbu Indofood kurang garam. Hemm..mungkin masalah selera saja yah, yang jelas suamiku bilang sih yang ini juga enak, tapi lebih enak yang memakai bumbu Sajiku. Lain kali kalau masak ayam pake Sajiku aja kali ya.

Gulai Ayam bumbu instan Sajiku

Agak bosan dengan goreng ayam, goreng ikan dan goreng gorengan lain. Pengen masak yang berbeda tapi ga mau repot. Berbekal bertanya pada ibu dan mertua, hmm..diputuskan mau memasak gulai ayam. Tapi…ada tapinya, bumbu di rumah ga lengkap, dan masih berat rasanya menggiling bumbu sendiri. Aha..! untung ada bumbu gulai Sajiku. Oh ya, kebetulan sebelumnya sudah menyediakan santan kara yang berbentuk tepung (soalnya waktu beli ga yakin berapa lama lagi akan dipakai, dan dengan alasan biar nyimpennya bisa lebih lama).

Kemarin beli dada ayam sekitar 7 ons, di potong 8 masih pada kegedean, akhirnya dipotong-potong lagi. Lumayan dapatnya cukup banyak potongan. Kira-kira sekitar 1/2 kg akan dimasak gulai (1 kemasan bumbu gulai untuk 1/2 kg daging/ayam menurut petunjuknya), sisanya disimpan dikulkas untuk digoreng. Untuk menambah rasa dan aroma, selain bumbu instan dari Sajiku, tambahkan daun salam dan sereh yang dimemarkan.

Cara memasaknya sangat gampang, ikuti petunjuk yang ada dibelakang kemasan bumbu instan :). Didihkan air, masukkan daging ayam, bumbu gulai Sajiku, sereh dan daun salam sampai daging ayam cukup matang (sebagian proses memasak dagingnya sebelumnya bisa juga dibantu dengan microwave kalau punya microwave). Setelah mendidih tambahkan santan kental ke dalamnya. Aduk-aduk sampai kuahnya agak mengental.

Bumbu gulai Sajiku ini sudah ada garamnya, sudah asin, tapi bisa juga dicicipi dulu apakah rasa asinnya sudah cukup atau belum sesuai selera. Oh ya untuk membuat santan dari yang berbentuk tepung cukup ditambahkan dengan air panas saja (sesuai dengan petunjuk dibelakang kemasan).

Katanya sih bumbu instan itu kurang sip atau ada kurangnya, tapi…hasil masakan saya kemarin ga ketauan tuh pake bumbu giling atau bumbu instan, siapa dulu yang masak hehehe. Yang pasti hasil masakan walau instan laris manis!. Hehehe…

Mackerel Goreng Balado dan Waluh Rebus

Hari ini kehabisan bawang putih dan bawang merah. Mau ke warung malas, di luar panas sekali. Dari kemaren suami pengen makan ikan kalengan yang sudah lama dibeli tapi tak kunjung dimasak. Ya sudah, hari ini masakan instan untuk pemalas :p.

Mengolah ikan kalengan:
Bahan : Ikan kaleng Mackerel Goreng Balado (belinya yang merek gaga, ukuran 100gr), tomat 1 buah.
Persiapan: Buka kalengnya :P, supaya bumbunya ga nyisa isi kaleng kosong dengan air kira-kira sampai sepertiganya, lalu tuang airnya.
Memasaknya ya gampang banget, masukin aja semuanya ke penggorengan, tambahkan tomat yang udah dibelah jadi 8, lalu biarkan sampai tomatnya agak layu.

Mengolah waluh (labu siam). Karena waluhnya yang kecil-kecil, ga perlu dibelah, tinggal di cuci bersih, lalu rebus bersama air garam. Biarkan sampai waluhnya bisa dipotong dengan ujung sendok . Hidangkan tanpa air rebusannya.

Waktu yang dibutuhkan untuk makanan seperti diatas sebentar banget, paling lama 20 menit (itu juga ga perlu ditungguin). Ga pake ngiris sih hehe… Kalau rajin sebenernya untuk ikan kalengan bisa ditambahkan bawang putih dan bawang merah serta cabe yang ditumis terlebih dahulu, tapi..tanpa menambahkan bumbu juga rasanya udah enak kok. Oh iya, yang dimasak barusan buat 2 orang sekali makan habis semuah…

Bandeng Presto, Tofu dan Oseng Buncis

Menu sederhana hari ini adalah Bandeng Presto Goreng, Tofu dan sayur Buncis. Saya akan mencoba menuliskannya, maafkan kalau ada penggunaan kata yang kurang dimengerti, karena saya juga kurang paham dengan terminologi dalam masak memasak.

Paling gampang pertama adalah tofu goreng. Potong tofunya sekitar setengah cm, celupkan ke telur yang sudah diaduk lalu goreng ke dalam minyak yang sudah panas. Paling gampang berikutnya tentu saja Bandeng Presto Goreng, karena tinggal potong sesuai selera, celupkan ke telur yang sudah diaduk (bekas tofu kalau masih bersisa) lalu digoreng.

Untuk mencegah terlalu banyak makan telur dan terlalu boros minyak goreng, saya menggoreng tofu terlebih dahulu baru ikan. Kenapa tofu dulu? karena kalau ikan dulu nanti minyaknya keburu bau ikan, dan tofu rasa ikan sepertinya aneh, tapi kalau tofu dulu baru ikan ga masalah harusnya. Minyak goreng bekas tofu juga bisa dipakai lagi untuk menggoreng ikan, kalau rasanya minyaknya kurang ya.. ditambah lagi lah.

Nah yang agak lama menyiapkannya adalah sayur. Lama… karena saya belum ahli mengiris dengan cepat.
Bumbu : bawang putih (3 biji), bawang merah (2 biji karena agak besar), cabe (2 biji), garam secukupnya (pada dasarnya semua bahan sesuai selera, mau terasa bawang atau terasa pedas, atau terasa asin).
Bahan : sayur buncis dan petai cina kecil (aduh ga tau namanya, tapi ada di kulkas :P) dan sisa tofu yang hancur kalau salah milih tofu seperti saya :p.
Persiapan: Iris bawang putih, bawang merah dan cabe. Iris sayurannya tipis miring.
Panaskan blueband kira-kira 3 sendok makan, masukkan bawang putih, bawang merah dan cabe. (Dimasukkan berurutan, dan tunggu setiap kali bumbu sebelumnya mulai wangi). Masukkan sisa tofu (kalau waktu motongnya kebetulan ada yang hancur). Oseng-oseng sebentar…lalu masukkan sayuran yang sudah diiris. Tambahkan air kira-kira setengah gelas, lalu tambahkan garam. Tutup sampai sayurannya masak.

Petunjuk: sayuran masak kalau sudah mulai wangi dan cukup lunak, bisa dicoba apakah sudah bisa dipotong dengan mudah menggunakan ujung sendok masak.

Berdasarkan pengalaman, waktu yang diperlukan untuk memasak semuanya kira-kira sejam, karena saya belum bisa masak paralel antara menggoreng ikan sambil masak sayur (selain karena saya masih belum bisa cepat dalam mengiris). Well, sejam didapur rasanya tidak terasa untuk menyenangkan hati suami toh!. Untuk eksperimen selanjutnya, jika ada udang atau ati ampela bisa juga ditambahkan ke dalam sayurnya.