About risna

a housewife who recently learns to knit and crochet, lives in Chiang Mai since 2007, so must learn Thai Language, and had some part time job to do documentation with LaTeX and welcoming for a new family member at the end of 2010

Pumpkin Bread

Langkah 9

Ini merupakan variasi dari roti yang menyerupai kue yang gampang dibuat, tanpa mixer dan ga butuh waktu lama mempersiapkannya (puree labunya dipersiapkan di hari sebelumnya). Dibandingkan banana bread dan carrot bread memang membuat pumpkin bread ini agak lebih repot karena harus membuat puree labunya terlebih dahulu. Akan tetapi hasilnya pumpkin bread ini yang paling moist dibanding 2 roti sebelumnya dan Jonathan pun bisa habis banyak. Resep aslinya dari situs ini, tetapi cara pembuatannya saya ubah sedikit.Bahan-bahan

Bahan-bahan:

  • 1 cup puree labu kuning
  • 1 1/2 cup tepung terigu serba guna
  • 2 butir telur ayam
  • 3/4 cup gula (bisa dikurangi sesuai selera)
  • 1/2 cup minyak zaitun (extra light olive oil)
  • 1/4 cup air
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh baking soda
  • 1/2 sendok teh bubuk pala
  • 1/2 sendok teh bubuk kayu manis
  • 1/2 sendok teh bubuk bumbu allspices
  • 1/2 cup kismis (opsional)

Continue reading

Brokoli sosis baso panggang

Bahan-bahanCampurkan butter, bologna dan baksoMasukkan susuMakaroni yang sudah direbusMasak sampai mendidih dengan api kecil, lalu campurkan telurTambahkan sayuran yang sudah dipotong
Masukkan ke dalam pinggang tahan panasTaburkan keju parut

Brokoli sosis baso panggang, a set on Flickr.

Ini merupakan varian versi lebih cepat lagi membikinnya dari bayam panggang. Untuk memudahkan saya masukkan hampir keseluruhan bahan di awal memasak. Proses memasak menggunakan api kecil dan tidak lebih dari 15 menit (termasuk persiapan mengiris bahan-bahan).

Untuk melihat fotonya lebih jelas bisa langsung ke set flickrnya ya. Berikut ini penjelasan bahan dan cara pembuatan

Continue reading

Carrot Bread

Langkah 11

Masih dalam rangka bikin camilan sehat yang tidak banyak telur, tidak terlalu manis dan bisa dimakan oleh Jonathan. Sebelumnya sudah sering mencicipi carrot bread/cake, tapi baru tergerak untuk mencoba bikin waktu diundang makan malam di rumah salah seorang teman Indonesia di ChiangMai. Setelah googling sana-sini, diputuskan memodifikasi resep dari sini : http://allrecipes.com/recipe/cinnamon-carrot-bread/

Continue reading

Banana Bread

Banana Bread

Wow, sudah lama tidak update blog ini. Bukan berarti saya tidak masak sama sekali loh, cuma belakangan ini masakan saya agak kurang variasi karena lebih banyak masak buat baby Jonathan. Banana Bread ini juga salah satu masakan buat baby Jonathan yang sejak berumur setahun sudah saya kenalkan dengan cemilan manis tapi sehat. Mudah-mudahan lain kali bisa posting resep-resep sederhana untuk baby ya.

Seperti koleksi resep pemalas lainnya, banana bread ini super gampang. Resep aslinya nyontek dari blog ini. Setelah beberapa kali masak saya modifikasi untuk mengurangi manisnya karena pisangnya sudah cukup manis. Oh iya banana bread ini hasilnya tidak seperti roti biasa tapi lebih kayak cake. Bedanya kalau menyiapkan cake itu terkadang butuh mixer dan telur yang banyak, sedangkan resep ini tidak membutuhkan mixer dan hanya menggunakan 1 butir telur. Takaran gula bisa dikurangi sesuai selera untuk tingkat manisnya.

Langsung saja yuk liat cara membuatnya:

Bahan-bahannya bisa diliat pada foto ini:

Bahan-bahan

    • Pisang ukuran sedang 3 buah
    • Minyak jagung 1/3 cup (bisa diganti dengan butter atau olive oil)
    • Brown sugar 1/2 cup (bisa diganti gula putih biasa)
    • Telur 1 butir
    • Vanilla 1 sendok teh
    • Bubuk kayu manis 1 sendok teh
    • Bubuk Pala 1/2 sendok teh (opsional)
    • Soda kue 1 sendok teh
    • Tepung terigu 1 1/2 cup
    • Garam sedikit (kelupaan difoto)

Untuk bahan-bahan ada yang bisa diganti-ganti menyesuaikan apa yang dipunya dirumah. Saya sendiri beberapa kali masak menggunakan olive oil ataupun butter dan hasilnya sama saja nikmatnya. Untuk bubuk pala saya baru tambahkan akhir-akhir ini, sebelumnya ga ditambahin soalnya belum punya ehehhee. Kadang-kadang jika ada keju ataupun raisins dirumah saya tambahkan saja ke adonannya dan hasilnya tambah yummy deh.

Langkah 1
Langkah 1: Hancurkan pisang, saya biasanya potong-potong dengan pisau lalu di benyek dengan garpu. Tambahkan minyak ke dalam pisang yang sudah hancur
Langkah 2
Langkah 2: Di tempat terpisah kocok telur seperti hendak mendadar telur
Langkah 3
Langkah 3: Masukkan brown sugar ke adonan pisang dan aduk rata. Setelah rata masukkan telur dari langkah 2 dan aduk rata
Langkah 4
Langkah 4: taburkan baking soda, garam, vanilla, bubuk kayu manis dan bubuk pala ke dalam adonan lalu aduk rata
Langkah 5
Langkah 5: masukkan tepung sedikit demi sedikit sambil diaduk rata
Langkah 6
Langkah 6: begini kira-kira adonannya setelah rata, agak lengket pastinya dan kental. Tambahkan keju dan raisins jika diinginkan
Langkah 7
Langkah 7: siapkan loyang roti persegi panjang. Alasi dengan kertas roti supaya tidak lengket
Langkah 8
Langkah 8: masukkan adonan ke dalam loyang dan ratakan
Langkah 9
Langkah 9: panggang adonan dalam oven yang telah dipanaskan sebelumnya dengan suhu 175 derajat celcius selama 45 – 60 menit. Bisa di cek dengan menusukkan tusukan gigi dan ketika dicabut tusukan gigi bersih.
Langkah 10
Langkah 10: Keluarkan dari oven dan diamkan selama 5 menit sebelum dikeluarkan dari loyangnya
Langkah 11
Langkah 11: Keluarkan dari loyang dan tunggu dingin sebelum dipotong dan sajikan
Langkah 12
Langkah 12: Iris sesuai selera dan sajikan dengan minuman hangat. Selamat menikmati :)

Resep banana bread ini menurut saya cukup sehat dan aman buat toddler karena tidak terlalu manis. Sudah beberapa bulan terakhir resep ini menjadi resep favorit saya dan keluarga. Selamat Tahun Baru 2012 dan selamat mencoba resep sederhana ini.

Bayam Keju Panggang dan Nasi Bayam Panggang

Beberapa waktu lalu saya dan Joe makan di sebuah restoran pizza tapi kami tidak memilih menu pizza. Kami tertarik dengan satu menu unik: bayam panggang!. Jadi intinya bayam dikasih keju dan sedikit daging cincang di panggang. Setelah pulang dari situ, Joe meminta saya untuk membuat bayam panggang versi saya sendiri.

20100813-IMG_0020Akhirnya saya mencoba bereksperimen. Intinya sih semua tergantung selera saja untuk takarannya. Bahkan bayam bisa diganti dengan brokoli dan atau ditambah nasi dan atau makaroni/pasta.20100813-IMG_0007

Berikut ini bahan-bahan dasarnya:

  • Telur 2 butir (bisa juga 1 butir)
  • Butter unsalted seperlima batang
  • tepung 2 sendok
  • keju parut (saya pakai kraft) secukupnya dan sesuai selera
  • garam sedikit — ga pakai juga nanti asinnya sudah ada dari keju
  • daging lembaran atau sosis plus ikan kaleng — apa aja deh sesuai selera
  • bayam atau brokoli
  • nasi atau pasta
  • susu uht plain 250 ml

Bahan-bahan ini bisa untuk 2 loyang ukuran 175mm X 130 mm x 35 mm

Pada dasarnya cara membuatnya adalah: campurkan semua bahan :) ). Tapi ada yang perlu diingat, butter harus dicairkan dulu. Ini sengaja saya foto butter yang akan saya pakai kira-kira segini:

20100813-IMG_0008

Berikutnya masukkan daging dan ikan yang sudah dipotong-potong ke dalam butter yang sudah cair (apinya jangan besar yah, kecil ajaaa). Masukkan susu dan juga sedikit keju parut, lalu tepung. Aduk semuanya sampai rata (sebentar saja). Di tempat terpisah telur di aduk dulu (jangan langsung masukkan ke butter yang panas).

20100813-IMG_0009

Matikan api, masukkan telur yang sudah diaduk rata  ke dalam campuran bahan yang ada, lalu terakhir masukkan bayam yang sudah diiris. Sekarang adonan siap dimasukkan loyang.

20100813-IMG_0010

Masukkan adonan bayam ke dalam loyang, taburkan keju diatasnya sesuai selera. Untuk yang nasi, masukkan nasi terlebih dahulu, lalu adonan bayam dan terakhir beri saos prego diatasnya.

Panaskan oven 220 derajat celcius, api atas dan bawah. Lalu masukkan loyang ini ke dalam oven, panggang selama 20 menit.

20100813-IMG_0011

Berikut ini kira-kira penampakan 20 menit kemudian. Keju parutnya sudah berwarna kuning keemasan, dan adonan tidak terlihat mendidih lagi.

20100813-IMG_0014

Siap dihidangkan untuk cemilan ataupun sarapan pagi :D

20100813-IMG_0022

Makanan begini juga bisa buat bekal piknik, semua sesuai selera kita saja. Yang jelas sudah ada nasi, ada sayur ada dagingnya juga yang banyaknya pun sesuai selera kita. Yang jelas, isinya bisa divariasikan apa aja deh yg ada di kulkas kita, dan masaknya ga perlu ditungguin, tinggal masukin oven dan 20 menit kemudian voila…kita bisa menikmatinya :D

Soto Ayam ala Pakde

Beberapa waktu lalu, Joe pulang ke Jakarta dan berhasil mendapatkan resep soto dari Pakde Meruya yang jualan soto. Berhubung di Chiang Mai ga ada yang jualan soto ya udah deh kita meminta resepnya buat dipraktekin disini. Basically pakde cuma ngasih tau bumbunya aja tanpa takaran, naah karena saya pun udah mulai terbiasa masak (setelah kursus singkat beberapa waktu lalu dengan mama saya), akhirnya bisa juga nakar bumbu yg judulnya secukupnya atau sesuai selera.soto-sop in one

Setelah browsing karena ga pede dengan nama bumbunya saja, akhirnya saya nekat bereksperimen dan menambahkan beberapa hal kedalamnya. Oke berikut ini bumbu dan bahan yang dibutuhkan. Soto yang saya buat ini jenisnya soto sop, karena rasa malas memisahkan soto dan isinya hehhee maka isinya saya bikin isi sayuran sop juga.

Bahan:

    • Ayam 1/2 kg – potong-potong sesuai selera
    • Kentang potong-potong sesuai selera
    • Wortel potong potong sesuai selera
    • Tomat iris

Bumbu:

    • Bawang putih 4 siung diiris – lalu digoreng sebentaaaar saja, kalau terlalu lama nanti sotonya jadi hitam
    • Jahe 1 cm
    • Kunyit 1 cm
    • Kemiri 3 butir
    • Sereh 1 batang – keprok
    • Lengkuas 1 cm
    • Kaldu ayam 1 block (opsional)
    • daun jeruk iris
    • garam secukupnya

Bumbu tabur:

    • Daun seledri iris
    • daun bawang iris
    • bawang merah iris lalu digoreng
    • jeruk nipis

Cara memasak:

    1. Rebus ayam yang sudah dibersihkan dalam air sampai kaldunya keluar (seperti masak sup aja).
    2. Haluskan bawang putih goreng + kemiri + jahe + kunyit – saya sih pake blender dikasih air biar cepet hihihi
    3. Masukkan bumbu yang sudah dihaluskan ke dalam rebusan ayam (kalau ayam mau terpisah disuir, ya ayamnya diangkat lalu disisihkan, kuahnya saja yang akan diteruskan dimasak.
    4. Masukkan lengkuas, sereh, daun jeruk dan kaldu ayam.
    5. Setelah mendidih masukkan kentang dan wortel sampai kentang dan wortel cukup lunak
    6. Masukkan garam dan cicipi apakah rasanya sudah sesuai selera.

Saran penyajian:

Biasanya soto disajikan bersama mie soun dan aneka isi lainnya. Nah berhubung saya lagi malas, saya cuma memasukkan tomat iris dan menuangkan soto-sop yang sudah masak ke dalam mangkok. Lalu taburi dengan daun seledri dan daun bawang yang sudah dipersiapkan sebelumnya dan kasih perasan jeruk nipis sedikit. Lalu hidangkan deh.

Memasak soto ini sepertinya banyak bumbu dan langkah, tapi sebenernya gampang kok, segampang masak sup hehehe, apalagi kalau modelnya ga pake macem-macem isi soto seperti di warung soto pada umumnya :D , tadi saya masaknya di dapur less than 1 hour (somehow iris mengiris masih belum cekatan sayanya, dan merebus ayamnya ya seperti masak sop juga kan butuh waktu).

Oh iya hampir kelupaan, soto ayam ini akan lebih sedap dihidangkan dengan sambal sotonya. Cara bikin sambal sotonya gampang:

Rebus cabe rawit sebentar, lalu ulek sambil tambahkan kuah sotonya ke dalam ulekan. Sajikan deh sotonya bersama sambal rawitnya. Pedasnya dijamin deh bikin lidah ga bisa berhenti bergetar  hahahahaaha.

Selamat menikmati :D

Variasi muffin oatmeal raisins

Udah lama ga update laporan belajar bakingnya. Beberapa percobaan kemarin gagal, udah nyoba masak butter cake tapi entah kenapa masaknya ga rata, bagian tengahnya ada yg ga mateng :( , jadi ga bisa diceritain banyak. Paling kalau udah coba dan berhasil nanti diceritakan disini.

Nah cerita bikin muffin aja deh. Beberapa waktu lalu beli loyang muffin yang isi 12, alasannya sih biar muffinnya ga gede banget sekali makan. Tapi loyang muffin isi 12 ini bahannya alumunium, ya udah deh sekalian beli kertas muffinnya, soalnya males oles2 mentega ke loyang. Percobaan pertama pake loyang isi 12 ini gagal :( , ternyata muffin tanpa isi itu kurang sip rasanya. Waktu itu sangkin semangatnya masak, kelupaan masukin kismis :( , alhasil muffinnya sih jadi, tapi ya karena rasanya ga menyelerakan :( .

Beberapa waktu sempat berenti dulu bikin muffin, kehilangan rasa percaya diri baking, apalagi setelah kegagaln baking muffin ini disusul dengan gosongnya cookies betty crocker rasa coklat chips dan kegagalan si butter cake tadi. Sampai akhirnya kemarin siang kepikiran buat coba lagi.

Setelah intro yang panjang ini, baru deh masuk ke cerita yang dinanti-nanti variasi resep muffin oatmeal kismisnya adalah sebagai berikut. Resep utama dan cara membuat tetap sama.

Variasi I:

  • susu digantikan dengan susu yoghurt rasa buah 1 cup (ini bukan yoghurtnya loh tapi susu rasa yoghurt). Rasanya jadi lebih aroma buah aja.

Variasi II:

  • minyak goreng digantikan dengan olive oil 1/3 cup
  • susu digantikan dengan 2 sendok makan susu kental manis + teh hijau original (teh hijau buat ngelarutin susunya sehingga hasilnya 1 cup).
  • untuk memasaknya panaskan oven 170  derajat celcius, lalu di masak sekitar 15 menit.

Oh ya resep untuk 6 muffin besar itu bisa dipakai untuk 12 muffin sedang. Jadi dengan resep yang sama, tinggal pilih aja mau bikin banyak atau besar. Tergantung tingkat laparnya kali ya hehehe. Memasak di loyang alumunium ini saya gunakan kertas muffin, tapi karena saya beli kertas muffinnya terlalu tinggi di banding muffinnya, jadinya bentuk muffinnya ga keluar dari cetakan deh. Terus untuk resep variasi ke-2, sepertinya masi bisa dikurangi lagi olive oilnya. Nanti kalau saya bikin lagi akan saya coba mengurangi dan ceritakan berhasil tidaknya.

Ide menggantikan minyak goreng biasa dengan olive oil datang dari hasil browsing di mana orang-orang banyak yang bilang kalau pakai olive oil hasilnya lebih “sehat”. Memang sih harga olive oil agak lebih mahal di banding minyak biasa, tapi bisa cari olive oil yg kualitas nomor 2 kok. Toh katanya beli olive oil yang mahal atau yang murah sih bakal sama aja kegunaanya. Saya beli yang ga mahal-mahal banget.

Foto muffin yang ukuran sedang belum ada, kalau sudah rajin memfoto akan saya susulkan kemudian. Basically sih sama aja warna luarnya dengan muffin sebelumnya, beda ukuran dan rasanya (yang mana ga bisa di share dalam bentuk foto hehe).

Oke deh, selamat mencoba berbagai variasi muffin. Saya sendiri masih doyan dengan bahan dasar oatmeal dan kismis :D

Oatmeal raisins cookies

Setelah beberapa kali membuat muffin dengan oatmeal dan raisins, tadinya pingin coba bikin brownies. Coklat bubuk udah di beli tapi rasanya kok lebih tertarik bikin cookies pake oatmeal dan kismis yang tak kunjung habis ya.

Kebanyakan resep cookies menyarankan menggunakan oatmeal versi di masak bukan instan oatmeal seperti yang saya punya. Akhirnya dapat juga resep yang menyarankan menggunakan oatmeal instan di sini. Ini penampakan hasil yang saya buat.

raisins oatmeal cookies

Dari review yang ada, resepnya dinyatakan terlalu gampang gosong dan terlalu lumer, dalam hati udah berniat nambahin tepung sedikit dari yang disarankan. Tau-tau pas ngukur susu, salah pake gelas ukur, diminta setengah cup eh tau2 udah nuang pake  yang 1 cup :P . Akhirnya terusin aja deh nambah tepungnya 1/2 cup dari yang disarankan.

Oh ya kemaren dari hasil browsing menemukan fakta bahwa brown sugar itu berbeda dengan palm sugar. Tapi di rumah adanya palm sugar, jadinya ya tetep aja saya pakenya palm sugar bukan brown sugar. Tadinya saya pikir yang saya punya palm sugar, ternyata pas baca bungkusnya lagi eh bener brown sugar hehe ralat deh. Hasilnya cookies yang saya buat ga cepet gosong, dan chewy (bukan tipe cookies yang kering banget).

Oh iya hampir lupa, berikut ini  resep untuk 3 lusin cookies yang ukurannya sekitar 1 tablespoon.

    • 1,5 cup tepung serba guna (saya pake 2 cup karena kebanyakan susu)
    • 1/2 teaspoon baking soda
    • 1 teaspoon garam
    • 1/4 teaspoon bubuk kayu manis
    • 1,5 cup instan oatmeal
    • 1 telur
    • 1 cup palm sugar brown sugar
    • 1/2 cup minyak goreng
    • 1/2 gelas susu (saya terlanjur tuang 1 cup)
    • 1 teaspoon vanila extract
    • 1 cup kismis

Cara membuat (ga butuh mixer):

    1. panaskan oven 180 derajat celcius atau api sedang untuk menggunakan kompor
    2. ayak tepung + baking soda + garam + bubuk kayu manis
    3. Campurkan oatmeal sambil aduk rata
    4. masukkan bahan lainnya ke dalam adonan dan aduk rata (palm sugar, telur, minyak goreng, susu, vanila extract, kismis)
    5. siapkan loyang yang sudah di alasi kertas roti (atau bisa juga di beri olesan minyak dan taburan tepung)
    6. cetak kue dengan cara menjatuhkan adonan dari sendok ke atas loyang. Untuk membantu agar ukurannya sama bisa dengan menggunakan bantuan sendok ukur 1 tablespoon
    7. bakar di oven selama 15 – 20 menit
    8. setelah dikeluarkan dari oven biarkan di wire rack sampai dingin

Selesai sudah, silakan disimpan di tempat yang tertutup rapat. Jangan lupa ketika membakar adonan cuci peralatan masaknya dan panaskan air untuk membuat minuman hangat teman makan cookies :D dan main game.

Anyway, akhirnya 1 kaleng oatmeal sudah habis dan kismis juga sudah waktunya membeli lagi. Katanya sih bisa saja kita menggantikan kismis dengan buah kering lainnya, tapi buat saya paling enak masih pake kismis deh. Kalau makan oatmeal + kismis doang rasanya biasa aja, tapi kalau jadi cookies pasti jadi enak dong.

Kalau Anda punya anak kecil, cookies ini cukup sehat dibanding cookies double chocolate kemarin. Rasanya juga chewy ketika digigit. Yuk segera ke dapur terdekat dan praktekkan :D .

Muffin Oatmeal Kismis

Ini percobaan berikutnya dengan memakai oven yang masih gress. Dari hasil ngobrol-ngobrol dengan yang udah lebih akrab ama oven, dapat saran kalau mau belajar masak yang anti gagal itu muffin atau brownies. Kemarin belum beli loyang muffinnya, jadi harus beli dulu deh.

raisin oatmeal muffin

Pas jam break kantor hidangannya ga menggugah selera, akhirnya Joe dan saya memutuskan jalan ke mall depan kantor buat beli loyang muffin. Cuma nemu 1 jenis ini aja loyangnya, ga nemu kertasnya pula. Tapi nekat ajalah beli.

Malamnya memutuskan mencari sesuatu untuk memberdayakan oatmeal dan kismis yang tak kunjung habis (dulu beli niatnya mau diet :P ). Di rumah juga masih ada palm sugar brown sugar yang dulu di beli buat bikin kopi tapi ga jadi di pake. Dari hasil browsing, pilihan jatuh ke resep ini . Dari resep yang tertera saya ga ngerti apa itu buttermilk apa itu sifted flour.

Dari hasil google buttermilk itu bisa digantikan dengan susu + yoghurt atau susu + vinegar. Tapi di dapur lagi ga ada stok yoghurt ataupun vinegar, susu yang di pake aja boleh ngambil jatah minuman Joe dan pas banget sisa 1 cup.

Waktu browsing menemukan fakta-fakta menarik tentang muffin yang intinya muffin itu bisa di siapkan adonannya malam hari dan di bakar pagi hari. Wah semakin semangat buat mencoba nih. Fakta tentang muffin yang saya maksud selengkapnya baca di link ini.

Berikut ini bahan-bahannya:

    • 1 cup oats
    • 1 cup susu
    • 1 telur
    • 1/2 cup palm sugar (gula palm) brown sugar
    • 1/2 cup minyak goreng (ini boleh dikurangi kalau ga suka terlalu berminyak)
    • 1 cup tepung yang sudah diayak (waktu praktek kemarin karena ga punya saringan tepung saya ga ayak :P )
    • 1 sendok teh baking powder
    • 1/2 sendok teh baking soda
    • 1/2 sendok teh garam
    • 3/4 cup raisins/ kismis

catatan: sendok teh atau cup di sini biasanya ukuran standar sendok masak, daripada salah ukuran dengan sendok makan kita biasanya ada baiknya sih beli sendok ukur dan gelas ukur, cari yang harganya murah banyak kok.

Oke sekarang kita mulai membuat:

    • panaskan oven 200 derajat celcius atau kalau pake oven yang ga ada penunjuk suhu kira-kira api setengah kali ya
    • rendam oatmeal dalam susu, lalu biarkan sejenak
    • sambil menunggu rendaman oatmeal campurkan bahan-bahan kering di tempat terpisah: tepung, baking soda, baking powder, garam
    • kismisnya saya rendam air lalu microwave 1 menit (ditempat terpisah juga)
    • kembali ke oatmeal campurkan telur dan palm sugar brown sugar ke adonan, aduk rata ( ga rata banget juga gpp)
    • campurkan minyak goreng ke adonan kering, aduk rata
    • campurkan adonan oatmeal dan adonan tepung dan jangan lupa kismis yang sudah di microwave (airnya dibuang dulu dari kismisnya)
    • adonan akan berbentuk kayak lumpur, agak cair, kalau terlalu kaku malah mungkin adonannya kurang pas
    • oke langkah terakhir tuang adonan ke dalam loyang muffin. Saya ga pake kertas muffin, untungnya loyangnya teflon jadi ga nempel. Adonan dimasukkan jangan kepenuhan karena muffin akan mengembang.
    • Takaran yang digunakan dalam adonan ini pas banget buat 6 buah muffin besar.
    • Selanjutnya bakar deh dalam oven selama 15 menit atau cek aja sebelum gosong :p (muffin saya nyaris gosong kemaren ada yang warnanya dah coklat banget hihihi). Cara lain mengeceknya adalah dengan menusuk muffinnya dengan tusuk gigi, kalau tusuk giginya keluar bersih  ga ada yang nempel berarti udah oke.

Oke sambil menunggu muffinnya matang, jangan lupa cuci tuh tumpukan peralatan yang dipake masak. Sebenernya ga banyak kan peralatan yang dipakai. Saya malas masak lebih malas lagi cuci piring, tapi karena membayangkan muffin yang akan disantap bersama dengan kopi atau teh tarik, jadi semangat deh bersih-bersih dapur.

Oke masih ada waktu abis cuci piring bikin minuman hangat buat teman bersantap muffin.. Oh ya setelah keluar dari oven, jangan langsung diserbu muffinnya, tunggu dulu beberapa menit sebelum dikeluarin dari loyangnya. Kalau saya kemarin yang saya lakukan adalah memfoto-foto muffinnya sambil menunggu dingin.Setelah keluar dari loyang juga foto-foto dulu dong sebelum diserbu.

first muffinBerhubung kemarin malam bikinnya setelah makan malam, otomatis ga sanggup dong ngabisin langsung. Mana ini muffin isinya oatmeal yang sungguh  mengenyangkan. Memang muffin ini cocoknya buat sarapan atau snack sore hari. Kalau dari yang saya baca, muffin yang sudah dingin dibungkus plastik dan bisa tahan cukup lama. Jadi ga ada alasan juga ngerusak diet :p.

Oh ya kesimpulannya: susu cair biasa bisa dipakai ga harus buttermilk, tepung yang ga terlalu gumpal juga bisa dipake tanpa diayak *jadi ga ada alasan belum beli saringan terus ga mau masak*, raisin di sini bisa diganti dengan buah kering lainnya, coba-coba aja sendiri ya hehehe. So far baking ga susah ternyata buat pemula.

Tadi pagi muffinnya di angetin di microwave, kenyang sampe siang loh! Wah ini udah jam makan siang, masak apa lagi ya…

Double Chocolate Cookies

Wiken kemarin dapur pemalas kedatangan penghuni baru. Setelah sekian lama ditunda dan maju mundur antara pingin belajar baking dan ga punya waktu dengan hobi yg udah banyak, akhirnya beli juga deh daripada penasaran. Percobaan pertama: bikin roti pake adonan donat gagal total :( , masih ada 2/3 adonan di kulkas ntar mau di coba lagi dengan tips2 dari mpok Vera.

Pengalaman kegagalan pertama ga bikin patah semangat. Percobaan berikutnya mencoba sesuatu yg lebih realistis. Beli tepung kue double chocolate hampir jadi dari betty crocker. Petunjuknya jelas di kemasannya. Tambahkan bahan yang di butuhkan, aduk tanpa mixer lalu cetak pake sendok di atas loyang, dan bakar deh.

double chocolate cookies

Untuk konversi ukuran suhu dan cup bisa di google aja (rasanya pernah ngasih link tapi lagi malas nyari lagi :P ).

Berikut ini hasil masak cookiesnya. Sungguh menggugah semangat dan melupakan kegagalan di percobaan pertama :D

Jadi pelajarannya adalah kalau kamu juga baru belajar masak seperti saya dan pemalas seperti saya, masak cookies yg udah di pack sungguh membantu mempercepat. Namanya juga masih kenalan dengan ovennya. Oh ya saya baru tahu kalau oven harus dipanasin dulu sebelum di pakai. Pengetahuan dasar pertama tentang baking :P .

Hasil pertama bentuk cookies saya belum seragam, setidaknya dalam 1 loyang cukup seragam. Masih harus berlatih buat memperkirakan ukuran kue dan sebagainya.

Banyak sekali yang masih harus saya pelajari di dunia baking ini, tapi karena tujuannya cuma untuk fun dan snack di rumah doang, ya…saya milih yang praktis saja, yang ga perlu dipusingkan membaca terlalu banyak resep. Daan membeli yang hampir jadi membantu sekali dalam proses belajar. Ternyata baking itu ga susah.